Menjaga Harmonisasi di Tengah Kemajemukan, Berau Optimistis Jadi Barometer Daerah Lain

oleh -554 views
Wabup Gamalis dalam Pagelaran Budaya Hari Pancasila 2026. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kabupaten Berau optimistis mampu melompat lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui komitmen kuat dalam merawat kerukunan. Hubungan yang harmonis di tengah keberagaman diyakini menjadi fondasi utama dalam mengawal roda pembangunan di Bumi Batiwakkal.

Pesan optimistis tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat membuka Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026 di Panggung Barintak, Tepian Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Minggu (28/6/2026).

Menurut Gamalis, agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud selebrasi atas lahirnya Pancasila sekaligus momentum untuk membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus terus kita hidupkan dalam perilaku sehari-hari,” ujar Gamalis.

Menjadikan Keberagaman sebagai Modal Sosial
Kabupaten Berau dikenal sebagai daerah yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya. Gamalis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat kemajemukan ini sebagai aset berharga (modal sosial), bukan sebagai pemisah.

Melalui pagelaran budaya ini, Pemkab Berau berharap dapat memantik semangat gotong royong dan memperkuat iklim toleransi yang sejuk.

“Mari kita jadikan modal sosial ini untuk menciptakan semangat kerukunan, bersama-sama menyukseskan seluruh agenda pembangunan di Kabupaten Berau,” imbuhnya.

Ia juga berpesan agar acara ini tidak berhenti sebagai ajang pameran baju adat semata. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi ruang refleksi untuk saling belajar, saling mendukung, dan berkontribusi nyata bagi daerah.

Menjawab Tantangan Digitalisasi Lewat Pelestarian Budaya
Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi digital, Pemkab Berau menilai pelestarian budaya kini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama.

Gamalis menggarisbawahi pentingnya mendekatkan generasi muda dengan akar budaya mereka, yakni dengan Identitas Bangsa: Memastikan generasi muda tidak kehilangan arah dan tetap memiliki karakter serta rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Gerakan Kolektif: Mendorong pagelaran budaya menjadi gerakan bersama untuk melestarikan warisan leluhur. Multiplier Effect: Menumbuhkan generasi pelaku seni baru dan memicu pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Dengan modal sosial yang kuat serta situasi daerah yang kondusif, Pemkab Berau optimistis program pembangunan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Gamalis meyakini bahwa kemampuan masyarakat Berau dalam merawat toleransi tidak hanya akan menjaga stabilitas internal, tetapi juga mampu menginspirasi wilayah lain di Indonesia.

“Saya yakin Berau akan semakin maju, sejahtera, dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam kemampuan kita menjaga harmonisasi di tengah kemajemukan ini,” pungkasnya.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.