Lewat Bedah Buku “Burakat Banua”, Dispusip Berau Ajak Anak Muda Rawat Akar Sejarah

oleh -74 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus tancap gas dalam menjaga dan mendokumentasikan nilai-nilai sejarah serta adat istiadat lokal. Komitmen ini diwujudkan lewat acara bedah buku “Burakat Banua” karya Puteri Aida Syafriani, S.Ip, yang digelar di Gedung Dispusip Berau, Selasa (30/6/2026).

Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli, Dr. Roohaini dan Agustiah, untuk mengupas tuntas isi buku yang mengulas tentang asal-usul tanah Banua tersebut.

Kepala Dispusip Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah, mengungkapkan bahwa buku “Burakat Banua”—yang secara harfiah berarti “akar atau asal-usul tanah Banua”—hadir sebagai jembatan bagi generasi muda untuk menggali kembali historiografi daerah mereka, termasuk sejarah Sambaliung dan Berau secara luas.

“Kami berharap isi buku ini menjadi referensi dan sumber rujukan utama. Khususnya bagi para pemustaka, peneliti, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui dan mendalami kekayaan budaya serta sejarah di Kabupaten Berau,” ujar Rabiatul.


Siasati Efisiensi Anggaran demi Penulis Lokal

Meski saat ini pemerintah daerah tengah memperketat efisiensi anggaran yang berdampak pada pelaksanaan program, Dispusip Berau memastikan ruang gerak untuk literasi lokal tidak akan mati. Rabiatul menegaskan pihak dinas tetap berkomitmen penuh memfasilitasi penerbitan buku-buku berkonten lokal.

Apalagi, antusiasme penulis lokal di Berau untuk mendaftarkan dan menerbitkan karyanya tergolong sangat tinggi.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami akan menyusun skala prioritas agar karya-karya lokal ini tetap bisa diprogramkan dan diterbitkan secara bertahap,” tambahnya.

Dobrak Stigma Lama, Sulap Perpustakaan Jadi Hub Kreatif

Selain fokus pada pelestarian sejarah, Dispusip Berau juga sedang gencar mendobrak stigma lama masyarakat tentang perpustakaan yang identik dengan tempat sunyi dan membosankan. Saat ini, perpustakaan modern telah bertransformasi menjadi pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat yang multifungsi.

Ke depan, area perpustakaan akan disulap menjadi ruang publik yang hidup, lengkap dengan pusat diskusi, ruang kreatif, kafe literasi, hingga wadah pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dispusip berencana melibatkan pelaku UMKM lokal untuk menggelar lapak di area perpustakaan guna membantu menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.

“Perpustakaan itu manfaatnya luas bagi orang banyak. Buku adalah jendela dunia, dari literasi inilah kita bisa membangun ilmu dan adab di tengah masyarakat,” kata Rabiatul.

Di akhir acara, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaksimalkan seluruh fasilitas yang ada di perpustakaan, sekaligus bersama-sama menjaga kekayaan budaya lokal demi kemajuan Kabupaten Berau di masa depan.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.