Sinergi Budaya dan Ekonomi: UMKM Banjir Berkah di Penutupan Bekudung Betiung

oleh -22 views
Berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kawasan festival, Selasa (30/6/2026) malam. foto Kominfo Berau

SAMBALIUNG, DIMENSINEWS – Malam penutupan Festival Budaya Bekudung Betiung yang dirangkai dengan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 tidak hanya sukses menjadi panggung pelestarian tradisi. Gelaran ini juga membawa berkah ekonomi yang luar biasa bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memadati kawasan festival pada Selasa (30/6/2026) malam.

Sejak hari pertama bergulir hingga malam puncak, lapak-lapak UMKM nyaris tak pernah sepi. Tingginya animo masyarakat yang datang untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan seni dan budaya berbanding lurus dengan melonjaknya omzet penjualan para pedagang.
Ragam Produk Lokal Pemikat Wisatawan

Di sepanjang area festival, para pengunjung disuguhi beragam pilihan produk, mulai dari aneka kuliner khas daerah hingga produk kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

Beberapa produk yang paling diburu oleh wisatawan maupun warga lokal di antaranya kerajinan tangan seperti tas, topi unik, dan anyaman rotan. Busana dan Aksesor seperti baju adat khas Kalimantan Timur serta berbagai pernak-pernik etnik Kalimantan yang khas.

Menariknya, pasar rakyat ini tidak hanya menjadi panggung bagi pelaku UMKM lokal asal Kabupaten Berau dan Kampung Tumbit Dayak saja. Festival tahunan ini juga kedatangan pelaku usaha dari Desa Budaya Pampang, Samarinda. Kehadiran para perajin yang menempuh perjalanan jauh ini turut memperkaya variasi produk kerajinan autentik yang dipamerkan sepanjang festival.


Momentum Emas Penggerak Roda Ekonomi

Bagi para pelaku usaha, Festival Budaya Bekudung Betiung telah menjadi momentum emas untuk memperluas jaringan pasar sekaligus mempromosikan produk unggulan mereka kepada khalayak luas yang datang dari berbagai daerah.

Geliat transaksi yang masif di area pameran menjadi bukti nyata bahwa event budaya memiliki dampak domino (multiplier effect) yang besar. Festival ini mampu bertransformasi menjadi mesin penggerak roda perekonomian akar rumput.

Sinergi apik antara pelestarian adat dan pemberdayaan ekonomi seperti ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan diterapkan pada setiap agenda budaya di Kabupaten Berau. Dengan begitu, gaung kelestarian tradisi bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

(adv/kom26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.