Tak Hanya Kaya Budaya, Keramahan Warga Berau Modal Kuat Pikat Wisatawan

oleh -76 views
Wabup Berau Gamalis

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Potensi kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Berau dinilai memiliki daya tarik luar biasa yang patut dibanggakan. Agenda wisata tahunan seperti Bekudung Betiung, Abutta Banua, dan berbagai festival adat lainnya diharapkan dapat terlaksana secara rutin dan konsisten demi menarik minat wisatawan secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendorong agar kalender wisata Berau memiliki jadwal yang tetap dan tidak berubah-ubah setiap tahunnya. Langkah konsistensi ini dinilai krusial, terlebih saat ini pemerintah daerah tengah gencar mengupayakan agar event-event unggulan Berau dapat menembus Karisma Event Nusantara (KEN) melalui usulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Kita sangat berharap kegiatan dalam rangka merayakan, memperkenalkan, sekaligus melestarikan kekayaan adat istiadat di Kabupaten Berau ini dapat terus dijaga dan dipelihara,” ungkap Gamalis.

Eksistensi Kesultanan Sambaliung Jadi Kebanggaan
Ia menambahkan, selain kaya akan festival adat, eksistensi Kesultanan Sambaliung juga menjadi salah satu kebanggaan besar bagi masyarakat Bumi Batiwakkal. Pasalnya, tidak semua daerah di Kalimantan Timur memiliki jejak sejarah kerajaan dan kesultanan yang strukturnya tetap hidup, terjaga, serta diwariskan secara turun-temurun hingga generasi saat ini.

Menurutnya, pelestarian sejarah ini menjadi tanggung jawab kolektif seluruh warga Berau agar gaungnya bisa terdengar hingga ke tingkat nasional maupun mancanegara.

“Saya kira sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab seluruh warga masyarakat Kabupaten Berau untuk dapat menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya ini. Tidak hanya di tingkat kabupaten atau provinsi Kalimantan Timur, bahkan hingga ke mancanegara,” jelasnya.

Keunikan Tiga Kluster Pariwisata Berau
Lebih lanjut, Gamalis menjelaskan bahwa Kabupaten Berau memiliki keunikan tersendiri karena didukung oleh tiga kluster pariwisata yang lengkap, yaitu, Kluster bagian hulu, Kluster bagian tengah, Kluster laut dan kepulauan.

Kelengkapan ini menjadikan Berau sebagai salah satu etalase pariwisata utama, tidak hanya untuk Kalimantan Timur, melainkan untuk Pulau Kalimantan secara keseluruhan. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana daerah dapat menyikapi potensi tersebut dengan menyediakan fasilitas penunjang pariwisata yang memadai.
Keramahan Warga yang Berkesan Mendalam

Di sisi modal sosial, Gamalis mengungkapkan bahwa kualitas keramahan masyarakat Berau sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Terkait dengan keramahtamahan dan kepedulian, saya kira Kabupaten Berau jangan lagi dipertanyakan. Sejak dulu kita memiliki satu nilai plus yang hampir tidak banyak dimiliki daerah lain, yaitu keramahtamahannya,” katanya.

Ia mengungkapkan, keramahtamahan khas Berau bahkan kerap meninggalkan kesan mendalam bagi para pendatang. Fenomena ini terlihat dari banyaknya tenaga kerja luar daerah di sektor industri lokal yang merasa sangat kehilangan dan sedih ketika harus menghadapi pengurangan tenaga kerja dan kembali ke daerah asal mereka.

“Bagaimana mereka merasa sedih, saya lihat di media sosial mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Kabupaten Berau dan masyarakatnya yang selama ini telah menjaga mereka. Ini adalah satu bagian yang tidak bisa hilang dari masyarakat Berau, dan mudah-mudahan nilai keramahan ini tetap dapat terus kita jaga,” pungkasnya.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.