Labuan Cermin Jadi Kunci Geopark Sangkulirang Mangkalihat Menuju Geosite Nasional

oleh -62 views
Tim Verifikasi Lapangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat bersama OPD tiba di objek wisata Labuan Cermin, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Rabu (8/7/2026), foto dok Diskominfo Berau

BIDUK-BIDUK, DIMENSINEWS – Pesona Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, bukan sekadar tentang airnya yang jernih bak kaca. Danau unik berjuluk “Danau Dua Rasa” ini kini memegang peran strategis sebagai salah satu geosite utama dalam proses verifikasi Geopark Sangkulirang Mangkalihat (GSM) menuju status Geopark Nasional.

Tim Verifikasi Lapangan nasional tiba di objek wisata andalan Berau ini pada Rabu (8/7/2026), setelah menempuh perjalanan empat jam dari kawasan Gua Mengkuris, Kutai Timur. Sebelum menuju lokasi, rombongan sempat disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, di Kecamatan Batu Putih.

Tim penilai ini diisi oleh para pakar lintas sektor, antara lain: Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sv., Ph.D. (Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran), Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A. (Ketua Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin), Aries Kusworo, S.T., M.T. (Ketua Tim Kerja Warisan Geologi dan Geopark, Badan Geologi Kementerian ESDM).

Setibanya di Labuan Cermin, tim yang didampingi Camat Biduk-Biduk Tjipto langsung menggali informasi mendalam mengenai sejarah, tata kelola wisata, hingga karakteristik geologi kawasan.

Secara ilmiah, daya tarik utama Labuan Cermin terletak pada fenomena hidrologi langka: adanya dua lapisan air dengan karakter berbeda dalam satu wadah. Lapisan permukaan berupa air asin karena intrusi air laut, sedangkan lapisan bawahnya merupakan air tawar yang bersumber dari mata air celah batuan karst di sekelilingnya.

Selain nilai ilmiahnya yang tinggi, ikon wisata Berau yang pernah masuk dalam 10 Destinasi Wisata Favorit Indonesia versi Kemenpar tahun 2007 ini juga memiliki nilai ekonomi kuat bagi masyarakat pesisir.

Selama satu jam observasi, tim verifikasi fokus menilai beberapa indikator krusial, mulai dari nilai warisan geologi, upaya konservasi, keterlibatan masyarakat lokal, hingga potensi edukasi dan geowisata yang berkelanjutan.

Sejumlah pejabat Pemkab Berau turut mengawal peninjauan ini, di antaranya Asisten III Setda Berau Hj. Maulidiyah, Staf Ahli Bupati Dr. H. Andi Marawangeng, Kepala Brida Ir. Endah Ernani, dan Kepala DPMK Ir. Hj. Tentrem Rahayu.

Usai dari Labuan Cermin, rombongan dijadwalkan bertolak ke Kompleks Batuan Tersier Batu Sinondok di Kampung Teluk Sumbang pada Kamis (9/7/2026), sebuah situs batuan purba yang diperkirakan berumur 135 juta tahun.

Secara keseluruhan, tim akan menyisir sejumlah geosite di Kecamatan Biduk-Biduk, Batu Putih, Talisayan, dan Biatan. Rangkaian penilaian ini akan diakhiri dengan ekspose hasil verifikasi bersama Bupati Berau pada Jumat (10/7/2026).

Proses verifikasi lapangan ini menjadi langkah krusial. Melalui penilaian ini, pemerintah daerah berharap kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya Sangkulirang Mangkalihat mendapat pengakuan nasional, sekaligus menguatkan tata kelola kawasan berbasis konservasi dan edukasi.

(adv/kom26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.