Modul Sudah Matang, Bahasa Banua Siap Diajarkan di SMP Mulai Tahun Ini

oleh -17 views
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah ketika peluncuran mulok Bahasa Banua. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau memastikan kesiapan penuh dalam mengimplementasikan bahasa Banua sebagai mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) wajib. Kesiapan ini ditandai dengan rampungnya penyusunan modul pembelajaran yang matang bagi tenaga pendidik untuk tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menyatakan bahwa penerapan materi mulok ini akan diawali pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Kabupaten Berau. Langkah strategis ini diambil setelah melalui proses panjang pasca-peluncuran resmi yang dilakukan baru-baru ini.

Menurut Idalisah, perumusan kurikulum bahasa daerah ini bukan merupakan hasil instan, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor yang komprehensif sejak tahun 2024.

“Dalam prosesnya, kami didampingi oleh Balai Bahasa dan tokoh-tokoh adat untuk merumuskan serta memformulasikan bahasa Banua menjadi muatan lokal. Berkat kerja keras seluruh pihak, modul pembelajaran kini sudah matang dan siap diterapkan,” ujar Idalisah saat memberikan keterangan di Aula SPNF-SKB Kabupaten Berau, Tanjung Redeb.

Landasan Hukum Kuat dan Rencana Estafet ke Jenjang SD

Idalisah menegaskan bahwa implementasi kebijakan ini telah didukung oleh payung hukum yang kuat di tingkat daerah. Dua regulasi utama yang menjadi acuan adalah Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Berau Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pelestarian Bahasa Banua, serta Peraturan Bupati (Perbup) Berau Nomor 28 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Berau. Perbup ini menjadi dasar hukum utama bagi kami untuk melaksanakan program di lapangan mulai tahun ajaran ini,” tambahnya.

Setelah resmi berjalan di tingkat SMP, Disdik Berau juga sudah memetakan target jangka panjang. Pihaknya merencanakan kurikulum bahasa Banua ini akan diimplementasikan secara bertahap ke jenjang Sekolah Dasar (SD) pada tahun ajaran 2027/2028 mendatang.

Dengan tersedianya modul materi yang terstruktur, Disdik Berau optimistis para guru tidak akan menghadapi kendala berarti dalam menyampaikan materi di ruang kelas. Langkah ini diharapkan mampu menyederhanakan proses belajar-mengajar sekaligus menjaga akurasi bahasa daerah yang diajarkan kepada siswa.

Melalui program ini, Idalisah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya kurikulum baru demi menjaga eksistensi kebudayaan asli Bumi Batiwakkal.

“Insyaallah kita bersama-sama menjaga bahasa dan budaya kita agar tetap lestari, tidak tergerus oleh perkembangan zaman, sehingga generasi penerus tetap bisa menjaga warisan ini dengan baik,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.