Verifikasi Geopark Nasional, Prof Mega Tekankan Perlindungan Warisan Alami Labuan Cermin

oleh -39 views
Tim Verifikasi Geopark Nasional bersama rombongan di Labuan Cermin Biduk Biduk. foto dok Diskominfo Berau .

BIDUK-BIDUK, DIMENSINEWS – Tim Verifikasi Geopark Nasional menegaskan bahwa esensi utama pengembangan geopark bukan sekadar mengejar sektor pariwisata, melainkan wajib memprioritaskan perlindungan penuh terhadap seluruh warisan geologi, kekayaan alam, dan budayanya.

Hal tersebut ditegaskan oleh salah seorang anggota Tim Verifikasi Geopark Nasional, Prof. Mega Fatimah Rosana, saat meninjau langsung geosite strategis Danau Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Rabu (8/7/2026). Penilaian lapangan ini merupakan tahapan krusial dalam mengusulkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju status UNESCO Global Geopark.

“Yang paling utama adalah memastikan kawasan ini terlindungi dengan baik. Pariwisata memang menjadi tujuan akhirnya, tetapi perlindungan terhadap warisan geologi, alam, dan budaya harus menjadi prioritas,” tegas Prof. Mega yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran.

Menurutnya, konsep geopark merupakan perpaduan antara konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi masyarakat secara bertanggung jawab. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas lokal menjadi penentu keberlanjutan kawasan.

Selain Prof. Mega, tim verifikasi nasional ini juga diisi oleh pakar lintas sektor, yakni Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A. (Ketua Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin) dan Aries Kusworo, S.T., M.T. (Ketua Tim Kerja Warisan Geologi dan Geopark Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM).

Kedatangan rombongan tim penilai di Kecamatan Batu Putih terlebih dahulu disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, S.H., M.H.

Saat tiba di Labuan Cermin, tim disambut langsung oleh Camat Biduk-Biduk Tjipto, jajaran kepala kampung, serta pengelola kawasan untuk mendengarkan pemaparan mendalam mulai dari sejarah, filosofi, tata kelola, hingga fenomena hidrologi langka “Danau Dua Rasa” tersebut.

Sejumlah pejabat Pemkab Berau turut mengawal ketat jalannya peninjauan ini, di antaranya Asisten III Setda Berau Hj. Maulidiyah, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Dr. H. Andi Marawangeng, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Ir. Endah Ernani, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Ir. Tentrem Rahayu.

Merespons arahan tim ahli, Sekda Berau Muhammad Said menyampaikan apresiasi dan komitmen penuhnya untuk menyempurnakan pengelolaan kawasan sesuai standar internasional.

“Seluruh rekomendasi ini akan menjadi pijakan penting bagi kami. Labuan Cermin dan geosite lainnya merupakan warisan alam berharga. Kami ingin memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek konservasi agar mampu meraih pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark,” ujar Muhammad Said.

Setelah merampungkan verifikasi di Labuan Cermin, tim bermalam di Biduk-Biduk dan dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke Kompleks Batuan Tersier Batu Sinondok purba berumur 135 juta tahun di Kampung Teluk Sumbang pada Kamis (9/7/2026). Rangkaian penilaian di wilayah pesisir Berau ini nantinya akan ditutup dengan ekspose hasil verifikasi bersama Bupati Berau di Rumah Jabatan pada Jumat (10/7/2026).

(adv/kom26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.