Garap Museum Kota Tua, Disbudpar Berau Gandeng Pihak Ketiga dan Siapkan SDM Bersertifikasi

oleh -13 views
Museum Kota Tua Teluk Bayur. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau tengah serius mempersiapkan pengerjaan Museum Kota Tua agar representatif dan memenuhi standar ideal permuseuman nasional. Tidak ingin sekadar menjadi galeri penyimpanan barang biasa, proses perencanaan museum ini dipastikan akan melibatkan tim ahli, akademisi, hingga konsultan profesional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, mengungkapkan bahwa perencanaan matang ini disusun setelah pihaknya menerima berbagai masukan penting dari tim verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkaliat, yang salah satu anggotanya merupakan ahli geologi berpengalaman di bidang permuseuman.

Menurut Yudha, langkah awal yang mutlak dilakukan untuk membangun museum yang representatif adalah menyusun kajian tata letak (layout) yang tepat. Penataan barang-barang bersejarah di dalam museum harus disesuaikan secara presisi dengan visi dan misi utama yang diusung.

“Kalau kita mau menggaungkan museum, harus ada kajian tata letak. Menempatkan barang-barang itu harus tepat dan sesuai dengan misi museumnya apa. Jika asal-asalan, itu bukan museum namanya, melainkan hanya sekadar galeri barang biasa. Perbedaan mendasar antara museum dan galeri terletak di situ,” ujar Yudha.

Untuk merumuskan misi dan tata letak tersebut, Disbudpar Berau berencana menggandeng pihak ketiga sebagai konsultan ahli.

“Makanya kita perlu pihak ketiga sebagai konsultan. Nanti kami diminta untuk menyampaikan apa misi utama dari museum ini. Misalnya untuk Museum Kota Tua, misinya apa? Dari misi itulah para akademisi dan ahli baru bisa menata konsep serta menentukan apa saja yang akan ditampilkan,” jelasnya.

Siapkan Pemandu Kompeten dan Bersertifikasi
Selain fokus pada infrastruktur fisik dan tata letak bangunan, Yudha menjelaskan bahwa tantangan besar berikutnya terletak pada sektor pengelolaan. Museum dinilai sebagai ruang edukasi publik yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan keahlian khusus, terutama untuk bertugas sebagai pemandu (tour guide).

“Kami ingin SDM yang benar-benar paham tentang permuseuman. Karena nanti mereka akan menjadi pemandu yang menjelaskan sejarah kepada pengunjung, jadi tidak bisa sembarangan. Berbeda dengan pengelolaan gedung bioskop yang mungkin bisa langsung diserahkan kepada masyarakat umum atau anak muda,” ungkap Yudha.

Untuk mengatasi kesenjangan kompetensi tersebut, Disbudpar Berau berkomitmen untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM lokal melalui dua langkah strategis:

Bimbingan Teknis (Bintek): Memberikan pembekalan mendalam mengenai tata kelola permuseuman yang baik dan benar.

Sertifikasi Khusus: Memastikan para pengelola dan pemandu memiliki lisensi resmi yang diakui oleh standar permuseuman nasional.

Melalui langkah strategis ini, Pemkab Berau berharap Museum Kota Tua tidak hanya sekadar menjadi destinasi wisata estetis, melainkan menjelma sebagai pusat edukasi budaya, sejarah, dan literasi yang kredibel di Kabupaten Berau.

(Adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.