Maksimalkan Dana Kampung, Sekda Berau Soroti Tata Kelola BUMK yang Belum Optimal

oleh -149 views
Sekda Muhammada Said bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Berau, Muhammad Bayu. foto Prokopim

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Upaya mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa terus dipacu. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) menggelar kegiatan Penguatan BUMK dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Berau di Ballroom SM Tower, Kamis (16/7/2026) kemarin .

Kegiatan strategis ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, dan dihadiri oleh Rektor UMB Muhammad Bayu, jajaran akademisi, para camat, serta kepala kampung se-Kabupaten Berau.

Dalam forum tersebut, Sekda Berau Muhammad Said memberikan catatan kritis terkait pemanfaatan Alokasi Dana Kampung (ADK). Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Berau sejatinya telah memberikan dukungan permodalan bagi BUMK melalui ADK sejak tahun 2017. Namun, intervensi anggaran tersebut hingga kini dinilai masih belum berjalan optimal di lapangan.

“Bantuan permodalan melalui ADK sudah kita berikan sejak tahun 2017. Namun berdasarkan laporan DPMK, hingga saat ini baru sekitar 20 kampung dari hampir 100 kampung di Kabupaten Berau yang berhasil memanfaatkan dana tersebut melalui BUMK,” ungkap Muhammad Said tegas.

Ia membeberkan bahwa mayoritas kampung di Berau masih jalan di tempat dalam memaksimalkan potensi ini. “Selebihnya masih menghadapi berbagai kendala, baik dalam pengelolaan, administrasi, maupun persoalan lainnya,” tambahnya.

Solusi Konkrit Melalui Sinergi Akademisi
Menurut Muhammad Said, kondisi mandeknya sebagian besar BUMK ini menjadi tantangan besar yang harus segera dibenahi. Padahal, BUMK memiliki peran sangat strategis dalam mengelola potensi unggulan kampung, membuka lapangan kerja, hingga meningkatkan pendapatan asli kampung.

Oleh karena itu, Pemkab Berau sengaja menggandeng pihak akademisi dari Universitas Muhammadiyah Berau untuk mengurai benang kusut tata kelola tersebut.

“Kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Berau diharapkan dapat memberikan pengetahuan agar (pengelolaan BUMK) lebih maksimal lagi di tengah efisiensi anggaran,” tutur Sekda.

Melalui pelatihan ini, Muhammad Said berharap para pengelola BUMK tidak hanya paham aspek administrasi hitam di atas putih, tetapi juga jeli melihat peluang dan mampu mengembangkan unit usaha produktif yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing.


UMB Siap Jadi Pusat Solusi Ekonomi Warga

Gayung bersambut, Rektor Universitas Muhammadiyah Berau, Muhammad Bayu, menegaskan komitmennya untuk membantu menerjemahkan keinginan Pemkab Berau tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan solusi nyata atas persoalan di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada akademisi, tetapi juga harus bertransformasi menjadi pusat solusi. Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola BUMK agar mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(adv/pem26/pro/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.