BKKBN Kaltim Apresiasi Tingginya Kesadaran Warga Berau Ikuti Program KB

oleh -173 views
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat Kabupaten Berau dalam menyukseskan program Keluarga Berencana (KB). Selain itu, Berau juga dinilai sukses menjalankan peran sebagai tuan rumah Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto, saat meninjau pelayanan KB di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Berau pada Rabu (22/7/2026).

Sunarto menyoroti antusiasme warga yang mendatangi unit pelayanan kesehatan. Terbukti, di Puskesmas Tanjung Redeb tercatat sebanyak 20 akseptor terdaftar, sementara di Puskesmas Kampung Bugis terdapat 15 calon akseptor yang mendaftar untuk mendapatkan layanan kontrasepsi.

Menurut Sunarto, angka partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa pola pikir masyarakat Berau mengenai perencanaan keluarga telah bergeser ke arah yang lebih tepat.

“Partisipasi masyarakat di Berau ini luar biasa. Masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya mengatur jarak kelahiran. Sekali lagi, esensinya bukan membatasi kelahiran, melainkan mengatur jarak kelahiran minimal tiga tahun,” ujar Sunarto.

Ia menjelaskan bahwa jarak kelahiran ideal minimal tiga tahun sangat krusial bagi tumbuh kembang anak. Rentang waktu tersebut tidak hanya mengoptimalkan kualitas pengasuhan, tetapi juga menjadi salah satu langkah efektif dalam mencegah terjadinya tengkes (stunting).

Di sisi lain, Sunarto turut memberikan acungan jempol atas keberanian dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Berau beserta jajaran sebagai tuan rumah Harganas Tingkat Provinsi Kaltim.

“Berau menjadi tuan rumah Harganas tingkat provinsi. Dengan segala dinamika dan keterbatasan yang ada, Berau berani mengambil posisi ini. Ini hal yang luar biasa dan patut kita beri apresiasi,” tegasnya.

Mengenai evaluasi pelaksanaan acara dan pelayanan publik secara keseluruhan, Sunarto menilai hampir tidak ada catatan minus. Menurutnya, indikator utama keberhasilan suatu layanan publik adalah kepuasan dari masyarakat itu sendiri.

“Ketika publik datang ke unit layanan dan pulang dengan tersenyum, itu sudah menjadi indikator bahwa pelayanannya memuaskan. Tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas tersebut,” pungkas Sunarto.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.