Menjaga Alam dan Merawat Tradisi: Kick Off Festival Rindu Dumaring 2026 Dimulai!

oleh -391 views
Festival Rindu Dumaring dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 8 Agustus hingga 5 September 2026.

TALISAYAN, DIMENSINEWS — Komitmen menjaga kelestarian alam tanpa mengorbankan kesejahteraan ekonomi masyarakat kembali dibuktikan oleh Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan. Melalui Festival Rindu Dumaring 2026, kampung ini memadukan pelestarian lingkungan, penguatan akar budaya, dan penggerak ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dipusatkan di kawasan asri Taman Sungai Dumaring, festival bertema ruang terbuka ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 8 Agustus hingga 5 September 2026.

Resmikan Agenda Besar Kolaborasi
Acara pembukaan (kick off) dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa. Turut hadir menyaksikan peresmian ini:

Jajaran Pemerintah Kecamatan Talisayan & Pemerintah Kampung Dumaring

KPHP Berau Pantai

Tokoh masyarakat, para mitra, dan pelaku UMKM

Warga setempat

Ketua Panitia Festival Rindu Dumaring 2026, Nana Sumanah, menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar pesta rakyat biasa. Festival ini merupakan bagian dari agenda besar program kolaborasi konservasi Hutan dan Sungai Dumaring untuk menjembatani perlindungan lingkungan dan pemanfaatan ekonomi warga.

“Program ini memiliki misi melindungi hutan dan sungai, mendorong pemanfaatannya secara bijaksana dan berkelanjutan, sekaligus membantu masyarakat mengembangkan usaha yang memberikan manfaat ekonomi hari ini tanpa mengorbankan masa depan,” ujar Nana.


Membentang di Ribuan Hektare Kawasan Ekologis

Skala program konservasi ini mencakup bentang alam vital yang menjadi ruang hidup masyarakat secara turun-temurun:

Hutan Desa Dumaring: 5.141 hektare

Tanah Patiraja: 673 hektare

Kawasan Sempadan Sungai: 661 hektare

Menjembatani Tradisi dan Inovasi
Menurut Nana, menjaga alam tidak bisa dilepaskan dari merawat manusianya. Hubungan erat warga dengan lingkungannya melahirkan kearifan lokal yang perlu diwariskan ke generasi muda. Oleh karena itu, festival ini dirancang untuk memberi ruang bagi potensi lokal agar terus tumbuh dan bernilai ekonomis.

“Budaya memberikan identitas, alam memberikan kehidupan, dan usaha memberikan penghidupan. Ketiganya harus dibangun bersama agar Dumaring berkembang tanpa kehilangan jati dirinya,” ungkap Nana.

Melalui kolaborasi solid antara pemerintah, masyarakat, mitra, dan pelaku usaha, festival ini diharapkan mampu memperkuat komitmen menjaga warisan leluhur.

“Festival ini bukan sekadar pesta. Kami ingin meninggalkan rasa rindu untuk selalu kembali, merawat, dan membangun Dumaring bersama-sama,” pungkasnya.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.