Bupati Berau Lepas Jenazah dr. Sukaman Wahyudi, Kenang Dedikasi untuk Pelayanan Kesehatan Pesisir

oleh -33 views
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, hadir langsung melepas keberangkatan jenazah almarhum dari RSUD Abdul Rivai pada Rabu (12/8/2026). foto dok Diskominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWWS – Kepergian dr. Sukaman Wahyudi, Sp.An, meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Berau dan masyarakat. Dokter spesialis anestesi di RSUD Talisayan tersebut dikenal memiliki kepedulian tinggi serta dedikasi kuat selama mengabdi di wilayah pesisir Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, hadir langsung melepas keberangkatan jenazah almarhum dari RSUD Abdul Rivai pada Rabu (12/8/2026). Dalam pelepasan tersebut, Bupati menyampaikan belasungkawa mendalam atas pengabdian almarhum selama hampir tiga tahun terakhir.

Sri Juniarsih menilai, kontribusi dr. Sukaman bukan sekadar menjalankan tugas medis, melainkan turut memperkuat fondasi pelayanan kesehatan masyarakat di kecamatan pesisir.

“Semoga segala kebaikan, pengabdian, dan jasa yang telah diberikan almarhum menjadi amal jariyah. Keteladanan beliau patut menjadi inspirasi bagi para tenaga medis lainnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutur Sri Juniarsih.

Penguat Pelayanan dan Perintis Operasi RSUD Talisayan
Didampingi Asisten III Setda Berau, Maulidiyah, Bupati juga memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberi ketabahan.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan kesabaran. Di balik setiap ujian, pasti ada kebaikan dan hikmah yang disiapkan,” ungkapnya.

Semasa bertugas, dr. Sukaman memegang peran krusial dalam merintis layanan tindakan operasi di RSUD Talisayan. Kehadiran almarhum sebagai spesialis anestesi memungkinkan berbagai prosedur bedah dapat dilakukan secara mandiri di rumah sakit tersebut tanpa harus merujuk pasien ke pusat kota.

Tak hanya itu, kepedulian almarhum terhadap pasien kerap melampaui tugas kedinasan. Dalam kondisi darurat saat persediaan obat di rumah sakit menipis, almarhum tak ragu merogoh kocek pribadi demi memastikan pasien tetap mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan.

Perjalanan Terakhir Menuju Kampung Halaman
Selama mengabdi di Talisayan, almarhum turut memboyong keluarganya untuk menetap di wilayah tersebut. Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang masih belia, berturut-turut berusia 12, 10, 8, dan 6 tahun.

Usai pelepasan di RSUD Abdul Rivai, jenazah dr. Sukaman diterbangkan menuju Jakarta untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Bagi rekan sejawat dan masyarakat Berau, dedikasi, kerendahan hati, serta ketulusan dr. Sukaman Wahyudi akan selalu dikenang sebagai warisan kebaikan yang berharga bagi dunia kesehatan daerah.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.