Searah Capai Tonggak Konstruksi North Hub, Potong Baja Perdana dan Letakkan Lunas Lambung FPSO

oleh -41 views

JAKARTA, DIMENSINEWS — PT Searah Energi Indonesia mencatat dua tonggak penting dalam pembangunan Proyek Pengembangan North Hub, salah satu proyek pengembangan gas laut dalam ultra yang strategis di Indonesia.

Dua pencapaian tersebut ditandai dengan seremoni pemotongan baja perdana (first steel cutting) untuk bagian topside serta peletakan lunas lambung kapal (keel laying) untuk fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO).

Seremoni pemotongan baja perdana dilaksanakan pada 23 Juli 2026 di Saipem Karimun Yard, Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut menandai dimulainya fabrikasi topside FPSO yang akan digunakan dalam pengembangan North Hub.

Lima hari kemudian, pada 28 Juli 2026, seremoni peletakan lunas lambung FPSO digelar di China Merchants Heavy Industry (CMHI), Jiangsu, Tiongkok. Tahapan ini menjadi penanda penting dimulainya pembangunan badan kapal FPSO yang akan menjadi bagian utama dari fasilitas produksi proyek tersebut.

CEO Searah North Ganal, Jarko Ardi, mengatakan dua pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan nyata pembangunan North Hub sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi secara aman, bertanggung jawab, dan efisien.

“Tonggak pencapaian ini tidak hanya menandai dimulainya tahap konstruksi, tetapi juga mencerminkan kemajuan nyata salah satu proyek pengembangan laut dalam ultra paling strategis di Indonesia,” kata Jarko.

Menurut dia, North Hub merupakan proyek dengan kompleksitas tinggi yang membutuhkan inovasi, kemitraan kuat, serta pelaksanaan dengan standar internasional.

“Kami meyakini masa depan energi Indonesia sekaligus ambisi untuk mengembangkan sumber daya yang kompleks melalui inovasi, kemitraan yang kuat, dan eksekusi berstandar kelas dunia,” ujarnya.

Proyek North Hub berlokasi di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Pengembangan lapangan tersebut mencakup pengeboran 16 sumur produksi pada kedalaman laut sekitar 2.000 meter.

Kondisi operasi di laut dalam ultra tersebut menuntut penerapan teknologi bawah laut yang canggih serta sistem produksi dengan tingkat keandalan tinggi. Karena itu, proyek North Hub menjadi salah satu proyek pengembangan lepas pantai dengan kompleksitas teknis tinggi di Indonesia.

Sebagai fasilitas utama dalam proyek ini, FPSO generasi terbaru akan memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik standar gas per hari (Bscfd), serta kapasitas sekitar 80.000 barel kondensat per hari.

Kapasitas tersebut menjadikan FPSO North Hub sebagai salah satu fasilitas produksi dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Pengembangan North Hub juga mencakup reaktivasi Train F di fasilitas LNG Bontang, Kalimantan Timur. Reaktivasi tersebut diharapkan dapat memperpanjang masa operasi salah satu fasilitas LNG utama Indonesia sekaligus memperkuat rantai nilai industri gas nasional.

Dengan dimulainya tahapan fabrikasi topside dan pembangunan lambung FPSO, proyek North Hub kini memasuki fase konstruksi yang semakin konkret. Tahapan ini menjadi bagian penting menuju target produksi perdana sekaligus mendukung pengembangan sumber daya gas nasional.

Searah menegaskan proyek tersebut akan terus dikembangkan dengan mengedepankan aspek keselamatan, tanggung jawab lingkungan, efisiensi, serta standar teknis internasional. (rls/fnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.