Ganti Sampah Dapur Jadi Kompos, Mahasiswa KKN UINSI Ajak Warga Berbas Pantai Sulap Galon Bekas

oleh -46 views
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UINSI Samarinda menggelar aksi peduli lingkungan di RT 07, Berbas Pantai, Bontang Selatan. foto dok KKN UINSI

BONTANG SELATAN, DIMENSINEWS — Memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang kerap berakhir di tempat sampah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UINSI Samarinda menggelar aksi peduli lingkungan di RT 07, Berbas Pantai, Bontang Selatan. Fokus utama program ini adalah mengedukasi masyarakat mengolah limbah dapur menjadi pupuk kompos bernilai guna.

Dipimpin oleh Satrio Febrian bersama sembilan rekannya—Muhammad Zidan Alrizki, Muhammad Naufal Latief, Riska Yani, Luthfiana Shofiah, Chairunnisa, Hidayatul Ulya, Siti Novia Rahmah, Intan Nuraini, dan Alifia Shazia Nazwa—kegiatan diawali dengan aksi gotong royong membersihkan lingkungan pemukiman bersama warga dan anak-anak setempat.

Fokus Utama: Pelatihan Pembuatan Kompos Rumah Tangga

Usai aksi pembersihan, mahasiswa KKN mengarahkan perhatian warga pada praktik pengolahan sampah organik. Dengan memanfaatkan wadah galon bekas, warga diajak meracik bahan-bahan rumah tangga yang sangat mudah ditemukan, seperti:

Sisa dapur: Potongan sayuran dan sisa buah-buahan.

Media pengurai: Tanah dan air bekas cucian beras.

Seluruh bahan dimasukkan dan dicampur di dalam galon bekas untuk melalui proses fermentasi menjadi pupuk organik kaya nutrisi.

Tim KKN UINSI Samarinda juga memasang plang edukasi yang memuat informasi jangka waktu penguraian berbagai jenis sampah. Langkah ini diharapkan dapat terus memicu kesadaran warga RT 07 dalam mengelola kebersihan. foto dok KKN UINSI


Tujuan dan Manfaat Pengolahan Kompos

Inovasi pengolahan kompos ini dihadirkan dengan beberapa tujuan strategis serta manfaat langsung bagi lingkungan dan warga:

Pengurangan Volume Sampah: Memotong jumlah limbah organik yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) langsung dari sumbernya (dapur rumah tangga).

Nilai Tambah Ekonomi & Lingkungan: Menghasilkan pupuk organik alami secara mandiri tanpa biaya, yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan warga.

Edukasi Dini & Kesadaran Berkelanjutan: Mengajarkan pola hidup ramah lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Ketua RT 07 Berbas Pantai, Fauzi Handoko, menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, pelatihan dari mahasiswa UINSI memberi wawasan baru yang sangat praktis bagi warganya.

“Biasanya sisa sayur dan buah langsung dibuang begitu saja. Lewat praktik ini, warga jadi paham kalau limbah dapur masih punya nilai manfaat. Anak-anak pun ikut belajar sejak dini pentingnya menjaga kebersihan dan mengolah sampah,” tutur Fauzi.

Melengkapi aksi pengolahan sampah tersebut, tim KKN UINSI Samarinda juga memasang plang edukasi yang memuat informasi jangka waktu penguraian berbagai jenis sampah. Langkah ini diharapkan dapat terus memicu kesadaran warga RT 07 dalam mengelola kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.

(*/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.