Rahmawati, ASN Berau yang Menginspirasi Lewat Ajang MC Protokol Nasional 2026

oleh -30 views
Rahmawati

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Meski tak lagi bertugas di Bagian Protokol dan kini mengabdi di Bapperida Kabupaten Berau, kepiawaian Rahmawati, SE., di atas panggung MC tak pernah pudar. Bagi wanita yang akrab disapa Wati ini, dunia public speaking bukan sekadar bagian dari riwayat tugas kedinasan, melainkan wujud dedikasi serta passion yang terus ia rawat hingga kini.

Baru-baru ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut memberanikan diri melangkah ke kancah nasional. Ia tampil mewakili daerah dalam ajang lomba Protokol Upacara Kemerdekaan RI Tingkat Nasional – Skill Up Date 2026 yang digelar secara daring.


Bakat Alamiah dan Takdir di Humas Protokol

Perjalanan putri asli Gunung Tabur ini di dunia mikrofon dimulai sejak bangku SMP. Berawal dari memandu acara festival warga, peringatan hari besar di kelurahan, hingga ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan dan kabupaten, bakat bicaranya terus berkembang secara alami.

Titik balik kariernya terjadi sewaktu menjabat sebagai CPNS di Kecamatan Gunung Tabur. Kala itu, Rahmawati dipercaya memandu acara peresmian rumah hewan sapu Brahmancross di Maluang yang dihadiri Bupati Berau saat itu, Drs. H. Makmur HAPK, MM. Penampilan memukaunya membawa berkah tersendiri: pada tahun 2009, ia resmi ditempatkan di Bagian Humas dan Protokol Setda Berau (kini Prokopim).

“Alhamdulillah, karunia Allah SWT memberi saya bakat berbicara di depan umum. Selama bertugas di Humas dan Protokol hingga 2017, banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapatkan, termasuk memandu event-event besar kabupaten seperti peresmian Pasar Aji Dilayas hingga mendapat pelatihan keprotokolan dari Kemendagri,” kenangnya.

Rahmawati bersama rekannya, ketika bertugas pada Hari Jadi beberapa waktu lalu. dok

Pengalaman Protokol Tetap Terpakai di Bapperida
Meski sejak tahun 2019 telah berpindah tugas ke Bapperida Berau, keterampilannya menguasai panggung MC formal tak lantas ditinggalkan. Jam terbang keprotokolan yang ia miliki selama bertahun-tahun tetap diandalkan di instansi barunya untuk memandu berbagai agenda krusial pemerintah, seperti Pra-Musrenbang, forum penyusunan RPJMD, RPJPD hingga MC kondangan.

Bagi ibu dari dua anak ini, seorang ASN era modern dituntut untuk tidak hanya cakap dalam urusan administratif, tetapi juga mahir berkomunikasi di depan publik.

“ASN tidak boleh terpaku pada satu bidang saja. Kita harus serba bisa, bekerja jujur, disiplin, dan mampu berbicara di depan umum. Sebab, semakin tinggi jabatan seorang ASN, semakin dekat ia dengan keterbukaan publik yang membutuhkan komunikasi langsung dengan masyarakat,” ungkap wanita yang didukung penuh oleh sang suami, Taufik, serta keluarga tercintanya ini.

Menguji Mental di Ajang Nasional Skill Up Date 2026
Keikutsertaannya dalam lomba Skill Up Date 2026 menjadi ajang pembuktian bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia maupun tempat kerja. Berhadapan dengan peserta terbaik dari seluruh pelosok Indonesia, Rahmawati tetap bersikap optimis meski rasa ragu sempat menyapa.
Di tengah kesibukannya sebagai ASN, ia menyempatkan diri berlatih mandiri di waktu senggang. Menurutnya, motivasi utamanya ikut serta bukanlah semata mengejar gelar, melainkan mengasah kembali kemampuan bicara publik karena sudah lama tidak bertugas di prokopimda, sekaligus menambah wawasan serta menguji mentalitas.

“Pengalaman adalah guru terbaik dari teori manapun. Melalui ajang ini, saya belajar banyak hal dari peserta lain—mulai dari teknik membaca teks upacara hingga intonasi formal yang presisi. Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi bagaimana kita berusaha mendekati kesempurnaan itu dengan tidak cepat berpuas diri,” tegasnya.

Manfaatkan Kemudahan Teknologi
Menutup perbincangan, Rahmawati menitipkan pesan hangat bagi generasi muda di Kabupaten Berau yang ingin mendalami dunia public speaking maupun MC. Ia menyoroti betapa beruntungnya generasi sekarang dengan adanya lompatan teknologi.

“Dulu saat saya awal belajar, fasilitas masih sangat terbatas dan media pembelajarannya belum secanggih sekarang. Beda sekali dengan zaman sekarang, anak-anak muda sangat dimudahkan. Mau belajar materi MC, teknik intonasi, hingga memanfaatkan kecanggihan teknologi AI dan internet, semuanya bisa diakses dengan mudah secara online,” tuturnya.

Sebab itu, ia berharap kemudahan fasilitas di era digital ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya untuk mengasah potensi diri.
“Banyak pemuda Berau yang punya bakat luar biasa. Jangan takut memulai dan jangan takut bersaing. Teruslah mengasah diri, perbanyak jam terbang, dan yang terpenting adalah percaya diri. Susah sakitnya perjuangan pasti akan berbuah manis,” tutupnya optimis.

(Helda Mildiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.