Setelah Dua Dekade, PWI Kaltim Kembali Kibarkan Merah Putih di Halaman Kantor Sendiri

oleh -32 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Ada suasana berbeda di halaman Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur, Jalan Biola Nomor 8, Samarinda, Senin (17/8/2026).

Di tempat yang sehari-hari menjadi rumah bagi para wartawan itu, bendera Merah Putih kembali dikibarkan dalam sebuah upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan sekadar seremoni. Bagi PWI Kaltim, upacara tersebut menjadi momentum bersejarah karena kegiatan serupa disebut tidak pernah digelar di halaman kantor PWI Kaltim selama sekitar dua dekade terakhir.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan pelaksanaan upacara tahun ini diharapkan menjadi awal dari tradisi baru bagi organisasi wartawan di Kalimantan Timur.

“Upacara ini menjadi sejarah baru bagi PWI Kaltim dalam dua dekade terakhir,” ujar Abdurrahman.

Upacara diikuti pengurus dan anggota PWI Kaltim, organisasi perusahaan media konstituen Dewan Pers, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), serta sejumlah wartawan senior.

Bagi insan pers, peringatan kemerdekaan memiliki makna yang tidak sederhana. Sebab, perjalanan pers Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.

PWI sendiri memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia. Organisasi tersebut lahir tidak lama setelah Indonesia merdeka dan sejak awal turut mengambil bagian dalam kehidupan kebangsaan melalui profesi kewartawanan.

Karena itu, Abdurrahman menilai semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam kerja jurnalistik sehari-hari.

Wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, berimbang, dan berkualitas.

Menurutnya, kemerdekaan pers merupakan salah satu bagian penting dari makna kemerdekaan yang harus terus dirawat.

Kebebasan pers, kata dia, bukan berarti wartawan bebas melakukan apa saja. Kemerdekaan pers justru harus berjalan bersama tanggung jawab profesional, kode etik jurnalistik dan kepentingan publik.

“Jadi kemerdekaan pers harus terus dijaga agar kebutuhan informasi publik terpenuhi dengan baik,” katanya.

Abdurrahman juga menegaskan posisi pers dalam kehidupan berbangsa. Pers memiliki fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan, tetapi pada saat yang sama tetap menjadi bagian dari proses pembangunan bangsa.

Dalam konteks tersebut, kebebasan pers diperlukan agar masyarakat memiliki ruang untuk mengetahui, mengkritisi sekaligus memahami berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Karena itu, momentum 17 Agustus menjadi pengingat bahwa tugas wartawan bukan hanya menjalankan pekerjaan jurnalistik, tetapi juga ikut menjaga kehidupan demokrasi.

Tradisi yang Ingin Dipertahankan

Pelaksanaan upacara tahun ini mendapat perhatian dari sejumlah wartawan senior yang hadir.

Salah satunya tokoh pers senior Kaltim, Syafruddin Pernyata. Ia mengapresiasi langkah PWI Kaltim menggelar upacara di halaman kantor sendiri.

Menurut Syafruddin, upacara kemerdekaan merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia bahkan mengaku selalu berupaya menghadiri upacara 17 Agustus di mana pun berada.

Bagi Syafruddin, semangat tersebut juga tidak lepas dari sejarah keluarganya. Ayahnya merupakan seorang veteran yang pernah ditangkap dan ditahan selama tiga bulan di Benteng Rotterdam, Makassar.

Karena itu, peringatan kemerdekaan baginya bukan sekadar agenda tahunan.

Ia mengaku terharu melihat para wartawan dan insan pers Kaltim berkumpul mengikuti upacara di halaman kantor PWI.

Apalagi, selama dua periode menjabat sebagai Sekretaris PWI Kaltim, kegiatan upacara kemerdekaan seperti ini belum pernah dilaksanakan di tempat tersebut.

Syafruddin berharap apa yang dilakukan PWI Kaltim tahun ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Ia mendorong agar upacara 17 Agustus di halaman Kantor PWI Kaltim dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilanjutkan oleh generasi wartawan berikutnya.

Bagi PWI Kaltim, mengibarkan Merah Putih di halaman kantor sendiri akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu.

Ada pesan yang ingin terus diwariskan: bahwa kemerdekaan harus diisi, dijaga, dan diperjuangkan—termasuk melalui pena, kamera, mikrofon, dan kerja jurnalistik yang berpihak kepada kepentingan publik. (fnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.