Lebih 400 Orang Hadiri Seminar Pengelolaan Diri Gelaran TP PKK Kaltim dan IPPRISIA

oleh -105 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Timur bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur menggelar Pelatihan Pengelolaan Diri, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Rumah Dinas Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, tersebut diikuti lebih dari 400 peserta. Mereka berasal dari masyarakat umum serta perwakilan berbagai organisasi perempuan di Kalimantan Timur.

Sejumlah tokoh perempuan Kaltim turut hadir, bersama perwakilan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim dan berbagai organisasi perempuan lainnya. Kehadiran tersebut memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas dan keberdayaan perempuan di Kalimantan Timur.

Pelatihan menghadirkan Wahyu Hernaningsih Seno Aji, istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur sekaligus Staf Ahli PKK Kaltim Bidang Pendidikan, serta Endro S. Efendi, M.Sos., Master Trainer IPPRISIA, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Wahyu Hernaningsih menekankan pentingnya kemampuan mengelola diri sebelum seseorang berupaya mengelola berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki beragam peran yang membutuhkan kemampuan mengatur waktu, mengelola emosi, menjaga disiplin, menjalankan tanggung jawab serta mengambil keputusan secara bijak.

“Menjadi kuat bukan berarti tidak pernah salah. Menjadi kuat adalah ketika kita mampu mengelola diri, mengelola emosi, dan tetap bertumbuh di tengah berbagai peran dan tantangan,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi menjadi momentum bagi peserta untuk terus belajar dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DPD IPPRISIA Kaltim Marliana Wahyuningrum mengatakan pemberdayaan perempuan tidak semata-mata berbicara mengenai penampilan.

Menurutnya, keberdayaan perempuan harus dibangun secara menyeluruh melalui penguatan karakter, etika, komunikasi, kepercayaan diri, kemampuan mengelola emosi dan kemampuan membangun hubungan yang sehat dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

“Menjadi besar karena kita berkolaborasi. Ketika kita membangun kerja sama dengan mitra dan berbagai pihak, sesuatu yang dilakukan bersama akan menjadi lebih kuat,” kata Marliana.

Ia mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai program IPPRISIA. Pemberdayaan perempuan dan keluarga, menurutnya, membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sinergi IPPRISIA juga terwujud melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Pada kegiatan tersebut, kolaborasi itu turut dihadiri Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin.

Kolaborasi tersebut mendukung berbagai program IPPRISIA dalam penguatan karakter dan kapasitas masyarakat, antara lain SAPA, DICINTAI, dan SIAP BERDAYA.

Selain itu, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi IPPRISIA dengan Pokja I TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, yang diketuai Sri Wahyuni, khususnya dalam mendukung Program Unggulan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis).

Sementara itu, dalam sesi materi, Endro S. Efendi, M.Sos., Master Trainer IPPRISIA, mengajak peserta memahami bahwa pengelolaan diri diawali dengan kemampuan mengenali diri sendiri.

Menurut Endro, pengelolaan diri mencakup kemampuan memahami emosi, mengendalikan respons, mengatur waktu, membangun disiplin, mengambil keputusan serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi, keluarga dan lingkungan sosial.

“Kalau kita mampu mengelola diri, kita akan lebih kuat, lebih mandiri dan lebih siap memberikan kontribusi positif kepada lingkungan,” ujarnya.

Endro juga menjelaskan bahwa mengelola emosi bukan berarti menekan atau menghilangkan emosi. Sebaliknya, emosi perlu dikenali dan dipahami agar seseorang mampu memberikan respons yang tepat dan bijaksana terhadap berbagai situasi.

Melalui pelatihan tersebut, TP PKK Kaltim dan DPD IPPRISIA Kaltim berharap peserta semakin mampu mengenali potensi dirinya, membangun kepercayaan diri serta mengembangkan kemampuan mengelola diri dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.

Dengan keterlibatan lebih dari 400 peserta dari masyarakat umum dan berbagai organisasi perempuan, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bersama untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam mendorong perempuan yang tangguh, produktif dan berdaya.

Kolaborasi lintas organisasi dan lembaga tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang menjadi berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi penguatan karakter, kapasitas perempuan dan ketahanan keluarga di Kalimantan Timur. (fnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.