Terobosan Baru, Diskan Berau Sulap Bahan Lokal Jadi Pakan Ikan Murah

oleh -109 views
Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Harga pakan pabrikan yang melambung tinggi kerap menjadi batu sandungan bagi para pembudidaya ikan air tawar. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau menghadirkan terobosan solutif melalui program inovasi pakan mandiri bagi pembudidaya lokal.

Langkah taktis ini dirancang tidak hanya untuk menekan biaya produksi secara drastis, tetapi juga guna mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan lingkar tambang.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, melalui Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono, menjelaskan bahwa program ini berjalan atas dasar kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan pemerintah kampung. Dalam ekosistem ini, Dinas Perikanan dan pihak swasta bersinergi memfasilitasi bantuan benih serta pelatihan teknis pembuatan pakan.

Sementara itu, sektor hilir berupa pemasaran dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Kampung (BUMK/BUMDes). Menariknya, distribusi dan pemasarannya turut mengandalkan destinasi wisata setempat sebagai pusat penguatan ekonomi.

“Jadi pakan mandiri itu sebagai percontohan, menggunakan bahan-bahan lokal yang murah meriah. Nanti benihnya kami atau swasta yang bantu, pakannya kami ajari cara membuatnya, dan pemasarannya dikelola oleh kampung melalui BUMDes dengan memanfaatkan tempat-tempat wisata yang ada sebagai penguatan,” ujar Budiono.

Pangkas Biaya hingga Sepertiga Harga Pasar
Rahasia dari efisiensi ini terletak pada pemanfaatan bahan baku lokal yang mudah didapat namun bernutrisi tinggi. Diskan Berau meramu tiga bahan utama, yakni tepung ikan atau reject asal Tanjung Batu yang dibanderol seharga Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram, dipadukan dengan dedak dan tepung tapioka sebagai bahan perekat.

“Kami sementara mengembangkan tiga bahan utama: tepung ikan atau reject dari Tanjung Batu seharga Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilo, kemudian dedak, dan tepung tapioka sebagai perekat,” jelas Budiono.

Melalui racikan cerdas ini, total biaya operasional pembuatan pakan mandiri hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Angka ini jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan harga pakan komersial di pasaran yang menembus angka Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram—atau hampir tiga kali lipat lebih mahal.

Saat ini, formula pakan berbasis bahan lokal tersebut tengah memasuki tahap uji coba ketat guna memastikan efektivitas serta kandungan gizinya aman sebelum disebarluaskan secara masif.

Jika fase uji coba ini sukses, Diskan Berau berkomitmen untuk langsung mentransfer teknologi pembuatan pakan ini kepada para pembudidaya. Harapannya, para petambak ikan lokal di Bumi Batiwakkal bisa mandiri sepenuhnya dan tidak lagi terbelenggu oleh tingginya harga pakan pabrikan.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.