DLHK Berau Gelar Aksi Bersih Sungai Segah, Ajak Masyarakat Jaga Sumber Kehidupan Daerah

oleh -22 views
aksi Bersih Sungai Segah di bantaran sungai, Kamis (8/10/2026). foto Toni Arman Dimensinws.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau menggelar aksi Bersih Sungai Segah di bantaran sungai, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang dihelat dalam rangka peringatan Hari Sungai Nasional 2026 ini menjadi langkah nyata membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian perairan.

Aksi gotong royong ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari pelajar, unsur TNI-Polri, mahasiswa pencinta alam (Mapala), komunitas pemerhati lingkungan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga masyarakat umum.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menegaskan bahwa kegiatan pembersihan ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Ia berharap momentum tersebut menjadi titik balik untuk menjadikan kebersihan sungai sebagai bagian dari gaya hidup dan budaya sehari-hari.

“Ini bukan hanya seremonial, tapi membangun rasa bahwa kebersihan sungai adalah bagian dari gaya hidup kita. Karena sungai adalah keberlangsungan hidup dari ekosistem dalam lingkungan kita,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, Sungai Segah bukan sekadar bentang alam biasa, melainkan urat nadi kehidupan yang menopang ekosistem sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Berau. Aliran sungai ini menjadi penopang sektor vital seperti pertanian dan perikanan, serta jalur mobilitas industri penggerak ekonomi daerah, termasuk sektor pertambangan batu bara.

“Di Kabupaten Berau, sungai adalah salah satu sumber penggerak ekonomi. Ada pertanian, ada perikanan, dan juga jalur mengalirnya hasil tambang batu bara yang menjadi pendukung ekonomi daerah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, DLHK Berau mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku industri, dan para pemangku kepentingan untuk tidak lagi memandang sungai sebatas utilitas pembuangan atau sarana lintas semata. Sungai harus dirawat bersama sebagai aset berkelanjutan demi keseimbangan lingkungan hidup di masa depan.

“Jadi kita bukan hanya melihat sungai sebagai sarana, tapi sungai adalah sumber kehidupan untuk manusia dan lingkungan,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.