Sampah Jadi Persoalan Klasik di Labuan Cermin, Wabup Berau Ajak Pengunjung Ikut Peduli Kelestarian Alam

oleh -76 views
Wabup Berau Gamalis

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, memberikan perhatian serius terhadap persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah di salah satu destinasi wisata unggulan daerah, yakni Labuan Cermin. Ia menegaskan bahwa kelestarian objek wisata tidak bisa hanya diserahkan kepada petugas kebersihan semata, melainkan menuntut kesadaran serta kepedulian bersama dari seluruh pihak.

Menurut Gamalis, pengelolaan destinasi wisata sekelas Labuan Cermin yang memiliki daya tarik luar biasa merupakan bentuk keterkaitan antarsektor yang saling mendukung.

“Kita melihat ini bukan hanya tugas pengelola kebersihan saja. Ini adalah simbiosis antarberbagai sektor. Yang utama tentu adanya kesadaran dari masyarakat dan pengunjung. Jangan hanya datang berkunjung, tetapi mari sama-sama menjaga kebersihan di situ,” tegas Gamalis.

Ia menyayangkan persoalan sampah di kawasan tersebut yang kerap berulang akibat rendahnya kepedulian sebagian pengunjung. Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk aktif membantu melestarikan alam dengan tidak meninggalkan sampah sembarangan.

Lebih lanjut, Wabup membeberkan tiga poin krusial dalam menjaga eksistensi dan kebersihan Labuan Cermin agar tetap terjaga keindahannya.

“Bagaimanapun, jika kita datang lalu meninggalkan sampah, masalah itu akan terus ada. Alangkah baiknya para pengunjung ikut membantu. Kedua, pengawasan terhadap kondisi alam di Labuan Cermin harus diperketat. Ketiga, optimalisasi peran pengelola kebersihan, di mana dari dana retribusi masuk itu tentu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Wabup juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif aparatur kampung serta komunitas lokal. Ia menilai upaya yang dilakukan komunitas setempat selama ini sudah maksimal, baik lewat sosialisasi langsung maupun penyediaan fasilitas tempat sampah di area wisata.

Namun, kunci utama keberhasilan penanganan sampah tetap bermuara pada konsistensi pengawasan di lapangan serta tingkat kesadaran para pengunjung itu sendiri.

“Upaya dari komunitas sendiri sudah maksimal dalam penyuluhan dan penyediaan fasilitas sampah. Kita sudah berupaya maksimal, tinggal bagaimana pengawasan dan kesadaran para pengunjung itu sendiri,” ungkapnya.

Dengan terjalinnya sinergi yang kuat antara wisatawan, pengawas, pengelola, dan pemerintah kampung, diharapkan keindahan alam Labuan Cermin dapat terus dinikmati secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek kebersihannya.

(adv/pem26*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.