Berau Expo 2026 Ditutup, Sedot 259 Ribu Pengunjung dan Perputaran Ekonomi Tembus Rp17 Miliar

oleh -52 views
Penutupan Berau Expo 2026. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Pesta rakyat terbesar di Bumi Batiwakkal, Berau Expo 2026, resmi menutup tirainya setelah menyuguhkan kemeriahan selama 10 hari berturut-turut. Mengusung konsep pameran pembangunan yang interaktif dan menghibur, ajang ini sukses mencetak catatan gemilang, baik dari segi antusiasme pengunjung maupun pergerakan ekonomi lokal.

Dalam laporan penutupannya, Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, mengungkapkan bahwa perhelatan tahun ini diikuti oleh 106 stan indoor. Peserta datang dari berbagai lini, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN dan BUMD, pelaku UMKM, sektor pariwisata, perhotelan, lembaga pendidikan, hingga seluruh perwakilan kecamatan di Kabupaten Berau.

“Selama 10 hari pelaksanaan, stan-stan pameran tidak hanya menyajikan informasi keberhasilan pembangunan Kabupaten Berau hingga 2026, tetapi juga mempromosikan pariwisata, peluang investasi, siniar (podcast), lomba lagu daerah, hingga kuis edukatif yang interaktif,” ujar Maulidiyah.

Semarak Area Outdoor dan Hiburan Spektakuler
Kemeriahan Berau Expo 2026 tidak hanya terpusat di dalam tenda utama. Area outdoor turut menjadi pusat keramaian dengan melibatkan 70 tenda besar dan 100 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan ragam produk kuliner dan merchandise.

Setiap malamnya, panggung utama juga sukses menghipnotis ribuan pasang mata melalui suguhan pertunjukan tari Nusantara, festival tari daerah, penampilan band lokal, hingga aksi panggung artis ibu kota.

Lonjakan Pengunjung dan Putaran Ekonomi Rp17 Miliar
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan panitia di sekitar Lapangan Pemuda dan area GOR setiap pukul 10.00 hingga 22.00 WITA, total pengunjung Berau Expo 2026 menyentuh angka fantastis: 259.944 orang.

“Rata-rata setiap hari ada sekitar 26 ribu pengunjung yang datang. Menariknya, pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Berau, tetapi juga dari Kaltara, berbagai wilayah Kaltim, luar Kaltim, hingga Sulawesi,” jelas Maulidiyah.

Dampak positif juga dirasakan langsung pada sektor perekonomian masyarakat. Estimasi perputaran uang selama 10 hari pameran menembus angka kurang lebih Rp17 miliar. Transaksi ini mencakup sektor kuliner, rumah makan, fesyen, aksesori, cinderamata, area permainan anak, perabot rumah tangga, hingga otomotif. Capaian ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 13,3 persen dibandingkan pelaksanaan Berau Expo 2024.


Magnet Layanan Publik dan Adopsi Nontunai

Selain menjadi ruang rekreasi dan promosi, Berau Expo 2026 bertransformasi menjadi wadah jemput bola pelayanan publik. Tercatat sebanyak 1.799 pengunjung memanfaatkan momen pameran untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di stan Bapenda serta mengurus pembayaran pajak kendaraan di stan Samsat.

Transformasi digital juga terlihat nyata pada gelaran tahun ini, di mana seluruh stan pameran telah sukses menerapkan sistem pembayaran secara nontunai (cashless).

Menutup laporannya, Maulidiyah menyampaikan bahwa seluruh masukan dan aspirasi dari survei pengunjung—mulai dari aspek kenyamanan, kerapian, fasilitas, hingga kebersihan—akan menjadi bahan evaluasi penting untuk penyelenggaraan yang lebih baik di masa mendatang.

Rangkaian acara penutupan turut diwarnai dengan pengumuman pemenang stan terbaik, yang dinilai berdasarkan standar kualitas pelayanan, kebersihan dan kerapian, inovasi kreativitas, serta kesesuaian stan dengan tema dan tugas pokok masing-masing lembaga.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.