Bupati Berau Sri Juniarsih Tegaskan Tuntutan Kompensasi dan Perbaikan Listrik PLN Pascakejadian Pemadaman

oleh -38 views
Rapat yang dipimpin Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, didampingi Wabup Gamalis, Selasa (27/10/2026). foto dok

TANJUNG REDEB , DIMENSINEWS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bergerak cepat menyikapi gelombang keresahan dan aksi unjuk rasa warga yang mendatangi kantor PLN UP3 Berau akibat seringnya pemadaman listrik dari Tanjung Redeb hingga pelosok Talisayan.

Sebagai langkah solutif, Pemkab Berau memfasilitasi rapat koordinasi penting di Ruang Rapat Kakaban, Sekretariat Daerah Berau, pada Selasa (27/10/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, didampingi Wakil Bupati H. Gamalis ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan masyarakat dan mahasiswa, Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, kepala OPD, pihak PLN UP3 Berau, serta manajemen PLTU Lati.


Kompensasi Konkret Sesuai Permen ESDM

Dalam arahannya, Bupati Berau yang akrab disapa Umi ini menegaskan bahwa selain permohonan maaf dari pihak PLN, Pemerintah Daerah menuntut adanya kompensasi nyata bagi masyarakat terdampak sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 Tahun 2026.

“Kompensasi itu akan diberikan kepada masyarakat bukan berupa tunai, tetapi berupa potongan pemakaian listrik yang dikonversi ke bulan berikutnya. Besaran pemotongannya bervariasi antara 10 persen, 15 persen, hingga 20 persen,” ujar Bupati Sri Juniarsih.

Ia menekankan bahwa kepastian kompensasi ini sangat vital untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif (ekraf), penyedia jasa transportasi ojol atau grab, serta sektor usaha menengah bawah yang paling merasakan kerugian akibat pemadaman berulang.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Berau H. Gamalis menegaskan bahwa hak pelanggan yang terdampak harus benar-benar diperhatikan oleh PLN. “Kompensasi kepada konsumen harus diperhatikan, tetapi jangan sampai dijadikan alasan untuk membenarkan pemadaman. Apalagi sekarang masyarakat sedang bersiap menyambut bulan penuh berkah,” tegasnya.

Prioritas Utama Kebutuhan Warga dan Antisipasi Menjelang Ramadan
Bupati Sri Juniarsih mengingatkan bahwa listrik bukan sekadar penerang malam, melainkan penopang aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga layanan publik setiap hari. Oleh karena itu, PLN UP3 Berau diminta membangun komunikasi yang lebih baik dan memprioritaskan kebutuhan warga.

Lebih lanjut, Bupati secara khusus meminta agar seluruh pembenahan jaringan dan pemulihan sistem dapat tuntas sebelum memasuki bulan suci Ramadan, seraya mewanti-wanti agar istilah “mati lampu tanda mau Ramadan” tidak lagi terjadi di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ada anggapan atau istilah di masyarakat kalau mati lampu tandanya mau masuk bulan Ramadan. Kata-kata itu jangan sampai terulang lagi karena ucapan adalah doa. Kita berupaya keras agar pelayanan listrik sebelum Ramadan sudah dirasakan maksimal oleh masyarakat,” tegas Bupati.


Poin Desakan Jangka Pendek dan Menengah untuk PLN

Selain menuntut kompensasi, Pemkab Berau melayangkan sejumlah poin desakan kepada pihak PLN:

1.Pembenahan Pembangkit Lokal: PLN diminta segera membenahi seluruh pembangkit lokal non-interkoneksi seperti PLTU Lati, PLTU Teluk Bayur, jaringan di Sambaliung, hingga PLTS guna meminimalisasi durasi pemadaman secara instan.

2.Optimalisasi CSR: PLN didesak mengalokasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara tepat sasaran di fasilitas publik, seperti pencahayaan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) termasuk dukungan jaringan komunikasi.

3.Proyeksi Jangka Panjang: Pemkab Berau menyambut baik rencana interkoneksi jaringan listrik Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027 untuk memperkuat sistem kelistrikan secara merata.

Penjelasan dan Langkah Tanggap PLN UP3 Berau

Menanggapi desakan tersebut, Manager PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho, memaparkan akar permasalahan yang terjadi. Pada 25 Oktober pukul 16.31 WITA, gangguan besar terjadi akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Maloy–Talisayan di Desa Dumaring, Kecamatan Talisayan. Peristiwa ini menyebabkan tiga menara transmisi roboh dan memadamkan sebagian besar wilayah Tanjung Redeb dan Talisayan.

Sebagai langkah penanganan darurat yang sedang berjalan :

1. menara darurat telah dimobilisasi dan ditargetkan pembangunan konstruksinya selesai dalam waktu sekitar 5 hari, yakni hingga Minggu, 2 November 2026.

2. PLN memprioritaskan pemasangan genset cadangan di sejumlah sekolah yang akan melaksanakan ujian akademik, di antaranya SMAN 3, 6, 8, 10, 15, serta SMKN 3, 5, dan 6 (dengan SMAN 12 menyusul).

3. Fasilitas vital seperti puskesmas, RSUD, menara pemancar sinyal, serta PLTU Lati terus dioperasikan atau dikawal agar pasokannya tetap terjaga. Penambahan genset berkapasitas 500 kW juga disewa untuk memperkuat pasokan di Talisayan.

Pihak PLN menyampaikan permohonan maaf dan mengonfirmasi bahwa selama proses pemulihan berlangsung, pemadaman bergilir masih berpotensi terjadi di beberapa titik hingga 2 November mendatang.

Pihak PLN menyatakan menyanggupi poin-poin tuntutan yang diajukan oleh Pemkab Berau dan berkomitmen penuh untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan demi kenyamanan masyarakat Kabupaten Berau.

(adv/pem26*/ton/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.