Wajib Tes Urine Buat Lurah dan Kepala Kampung, Wabup Berau: Tenang, Ini Bukan Ajang Cari-Cari Kesalahan!

oleh -38 views
Wakil Bupati Berau sekaligus Ketua Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Berau, Gamalis, mengimbau agar seluruh jajaran aparatur tidak menyikapi pemeriksaan medis ini secara skeptis maupun cemas. foto dok Diskominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah proaktif untuk membersihkan birokrasi tingkat bawah dari jeratan narkotika. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Pemkab menggelar tes urine menyeluruh bagi jajaran lurah, kepala kampung, hingga seluruh staf se-Kabupaten Berau pada Selasa (3/11/2026) tahun 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Wujudkan Kampung Bersih dari Narkoba (BERSINAR), untuk Berau yang Aman, Sehat, dan Berdaya Saing”, serta dirancang sebagai benteng pencegahan dari lingkup pemerintahan terkecil.

Wakil Bupati Berau sekaligus Ketua Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Berau, Gamalis, mengimbau agar seluruh jajaran aparatur tidak menyikapi pemeriksaan medis ini secara skeptis maupun cemas.

“Jangan jadikan pemeriksaan ini sebagai momok. Langkah ini murni bagian dari skrining awal dan mitigasi risiko penyalahgunaan narkotika di tubuh birokrasi, bukan forum untuk menyudutkan atau mencari-cari celah kesalahan pegawai,” tegas Wabup Gamalis dalam pengarahannya.

Ia menyoroti pentingnya posisi jajaran pemerintahan kampung yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga sehari-hari. Menurutnya, ekspektasi dan kepercayaan publik yang tinggi harus diimbangi dengan kedisiplinan serta integritas aparatnya.

“Aparat tingkat kampung adalah etalase pelayanan Pemkab. Jika ingin mengedukasi publik untuk menjauhi bahaya narkoba, internal birokrasi kita dulu yang harus berdiri memberikan teladan fisik dan mental yang sehat,” imbuhnya.

Gamalis juga menekankan bahwa pemberantasan barang haram tersebut mensyaratkan kolaborasi lintas sektor. Tugas penanggulangan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada institusi seperti BNN, Kepolisian, maupun Pemda semata.

“Dampak destruktif zat adiktif ini langsung menyasar ketahanan keluarga, masa depan generasi, hingga merusak mutu layanan publik. Saya mengajak setiap aparatur membentengi diri sendiri dulu, lalu keluarga, dan lingkungan kerja,” tuturnya.

Pelaksanaan tes urine dipastikan berjalan secara objektif, tertib, serta menghormati privasi dan hak-hak dasar para peserta. Penanganan terhadap hasil pemeriksaan pun akan diproses secara terukur dan profesional mengacu pada standar operasional yang berlaku.

Mengakhiri arahannya, Gamalis berharap gerakan BERSINAR ini mampu memicu terbangunnya ekosistem kerja yang saling mengawasi dan suportif di tingkat kampung.

“Tekanan tugas maupun dinamika pergaulan jangan sampai dijadikan alasan melarikan diri ke narkoba. Mari jaga diri dan lembaga kita. Pemkab Berau tidak memberikan toleransi sedikit pun bagi penikmat maupun pengedar narkoba di jajaran ASN, PPPK, hingga staf kampung,” tutupnya.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.