Wagub Seno Aji Apresiasi Tiga Daerah dengan Penurunan Stunting Signifikan

oleh -582 views
Seno Aji

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, memberikan apresiasi kepada tiga daerah yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Ia menegaskan perlunya penguatan intervensi spesifik dan sensitif agar target penurunan prevalensi stunting di tingkat provinsi dapat tercapai.

Dalam keterangannya, Seno Aji menyampaikan terima kasih kepada daerah yang mencatatkan prevalensi di bawah rata-rata provinsi. Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan capaian terbaik melalui angka stunting 14,2 persen, disusul Samarinda 20,3 persen, dan Bontang 20,7 persen.

“Kami berterima kasih kepada tiga kabupaten dan kota, yaitu Kutai Kartanegara yang sudah jauh di bawah rata-rata provinsi, kemudian Bontang dan Samarinda. Ketiganya berhasil menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Namun, ia menekankan masih ada daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Kutai Timur dan Balikpapan disebut masih memiliki prevalensi stunting di atas rata-rata provinsi maupun nasional, sehingga intervensi harus diperkuat untuk mengejar ketertinggalan.

“Daerah-daerah ini memerlukan perhatian khusus agar tingkat prevalensi stunting di Kaltim bisa benar-benar berada di bawah angka nasional,” tambahnya.

Seno Aji menjelaskan bahwa Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menetapkan dua pilar penting, yaitu Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif. Keduanya harus berjalan seimbang untuk menghasilkan dampak nyata.

Ia menegaskan bahwa intervensi sensitif membutuhkan dukungan lintas sektor, sementara intervensi spesifik tetap menjadi fokus utama dalam menurunkan angka stunting di setiap daerah.

“Intervensi spesifik ini harus dilakukan secara masif melalui OPD terkait di masing-masing daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pengukuran stunting saat ini banyak dilakukan pada kelompok usia 0–11 bulan, yang rawan mengalami perbedaan hasil pengukuran berat dan tinggi badan. Kondisi ini kerap menjadi tantangan dalam menentukan prevalensi yang akurat.

“Anak usia di bawah satu tahun sering kali terlihat tidak sesuai standar, tetapi setelah mendapatkan penanganan orang tua dan fasilitas kesehatan, mereka dapat tumbuh dengan cepat,” jelasnya.

Melalui koordinasi yang lebih kuat dan pelaksanaan intervensi yang tepat sasaran, Pemerintah Provinsi Kaltim optimistis dapat menurunkan prevalensi stunting dan mencapai target nasional pada tahun mendatang.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.