Tantangan Kelay: Minim Lulusan Sekolah, Pemkab Berau Rayu Warga Masuk Pemerintahan

oleh -154 views
M.Hendratno

KELAY, DIMENSINEWS – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mendongkrak mutu pendidikan di wilayah pedalaman masih membentur dinding tantangan yang cukup tebal. Salah satunya terlihat di Kecamatan Kelay, di mana kesadaran akan pentingnya pendidikan formal dinilai masih memerlukan pendekatan khusus agar selaras dengan kebijakan wajib belajar nasional.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Berau sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kecamatan Kelay, M. Hendratno, mengamini kondisi tersebut. Menurutnya, walau Kelay menyimpan potensi wilayah yang sangat luar biasa, karakteristik dan cara pandang masyarakat setempat terhadap pendidikan formal jauh berbeda dengan kawasan perkotaan.

Pola Hidup Alami dan Cara Pandang Pendidikan
Hendratno menjelaskan, sebagian masyarakat di pedalaman Kelay masih menjalani pola hidup yang sangat natural dan apa adanya. Pola hidup yang berjalan alami ini disinyalir membentuk pemikiran lokal yang belum sepenuhnya searah dengan standardisasi usia wajib belajar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Beberapa tempat menganggap kehidupan itu sudah mereka jalani seperti biasa, artinya natural. Ini yang mungkin mencetuskan pemikiran-pemikiran yang belum mencapai di titik kebijakan nasional,” ujar Hendratno.

Imbas ke Pelayanan Publik: Sulit Jaring Aparatur Kampung
Perbedaan paradigma ini rupanya membawa dampak domino yang nyata pada roda pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di tingkat bawah. Pemkab Berau mengaku kesulitan dalam menjaring sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi posisi aparatur kampung.

Tantangannya berlapis: selain karena jumlah lulusan berpendidikan formal yang masih minim di sana, warga lokal yang sudah berpendidikan pun cenderung enggan untuk mengabdi sebagai pamong desa. Akibatnya, pemerintah daerah harus turun tangan melakukan pendekatan personal yang persuasif.

“Kami mencari aparatur kampung yang ada di sana kesulitan. Untuk pendidikan, bahkan yang ada pendidikannya pun tidak mau masuk jadi aparatur kampung, jadi harus kita bujuk dulu,” ungkap Hendratno secara terbuka.

Ke depan, Hendratno berharap adanya percepatan pemenuhan fasilitas penunjang serta penyamaan persepsi antara pemerintah dan masyarakat mengenai urgensi ilmu pengetahuan di Kecamatan Kelay.

Langkah ini dinilai krusial agar peningkatan kualitas SDM lokal dapat berjalan beriringan dengan melimpahnya potensi alam di Kelay, sekaligus menjadi kunci utama untuk mengejar ketertinggalan dari wilayah perkotaan.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.