17 Hari Hilang Kontak, Tiga Nelayan asal Berau Belum Ditemukan

oleh -13 views
ilustrasi

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Tiga orang nelayan asal Jalan Pangeran Diguna, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dilaporkan hilang setelah 17 hari melaut tanpa kabar. Ketiganya terakhir kali terlihat saat berangkat dari Pelabuhan Kampung Kasai menuju perairan utara Pulau Derawan pada pertengahan Februari lalu.

Laporan kehilangan tersebut diterima oleh Polsek Tanjung Redeb pada Jumat (6/3/2026) malam pukul 20.00 Wita, setelah pihak keluarga merasa khawatir karena akses komunikasi terputus total.


Kronologi Keberangkatan

Berdasarkan data kepolisian, ketiga nelayan tersebut adalah Rapiuddin (30), Sukri (22), dan Saparuddin (38). Mereka berangkat pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita menggunakan sebuah kapal motor tanpa nama.

“Mereka menuju rumpon yang berjarak sekitar 13 mil di arah utara bagian luar Pulau Derawan,” ujar Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Amin Maulani, Sabtu (7/3/2026).

Kapal yang digunakan memiliki ciri khas lambung berwarna biru putih, dilengkapi tenda di bagian belakang, dengan kapasitas tonase sekitar 16 ton. Namun, hingga memasuki pekan ketiga sejak keberangkatan, kapal tersebut belum juga merapat ke dermaga.

Hingga saat ini, upaya pencarian terus dikoordinasikan. Pihak Polsek Tanjung Redeb telah menjalin komunikasi intensif dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta instansi terkait untuk memantau titik koordinat terakhir para korban.

Namun, proses pencarian dihadapkan pada tantangan alam yang berat. AKP Amin menyebutkan bahwa kondisi perairan di sekitar Kecamatan Pulau Derawan saat ini sedang tidak bersahabat.

“Kondisi di wilayah perairan saat ini mengalami cuaca dengan intensitas ombak yang cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius dalam proses pemantauan dan pencarian,” jelasnya.


Imbauan Keselamatan

Menyikapi insiden ini, pihak kepolisian meminta masyarakat pesisir dan nelayan untuk lebih waspada sebelum memutuskan turun ke laut.

“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca, serta memastikan alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan dalam kondisi siap pakai sebelum melaut,” tutup Amin.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus mengumpulkan informasi dari nelayan lain yang sempat melintas di area utara Derawan guna mencari jejak keberadaan ketiga korban.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.