Harganas ke-33 di Berau: Bupati Sri Juniarsih Gaungkan Gerakan “Ayah Wajib Hadir” untuk Benteng Keluarga

oleh -84 views
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam Upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Senin (29/6/2026) di halaman Kantor Setkab Berau. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Ada pesan kuat dan mendalam yang bergaung di halaman Kantor Bupati Berau pada Senin pagi (29/6/2026). Dalam upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Pemerintah Kabupaten Berau secara lantang mengampanyekan gerakan nasional mengenai pentingnya peran aktif seorang kepala rumah tangga lewat tema sentral: “Ayah Wajib Hadir.”

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat membacakan sambutan resmi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di hadapan jajaran aparatur daerah yang memadati lokasi upacara.

Hadir dalam momentum penting ini Wakil Bupati Berau Gamalis, jajaran asisten, staf ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Berau.


Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah

Bupati Sri Juniarsih menegaskan bahwa di era modern yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat ini, redefinisi peran ayah menjadi sangat krusial. Peran seorang ayah sudah saatnya bergeser, tidak lagi sebatas menjadi tulang punggung finansial atau pencari nafkah semata.

“Peran ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik dan pendamping bagi anak-anak. Kehadiran emosional seorang ayah berpengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian dan kepercayaan diri anak,” ungkap Sri Juniarsih menekankan amanat kementerian.

Gerakan “Ayah Wajib Hadir” ini menjadi sentilan sekaligus ajakan bagi para pilar domestik untuk kembali ke rumah dan terlibat aktif dalam pengasuhan. Kehadiran fisik tanpa keterikatan emosional dinilai tidak lagi cukup untuk membentengi anak-anak dari gejolak zaman, mulai dari tekanan ekonomi hingga pergeseran nilai sosial.

Momentum Refleksi Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Bupati menyebut Harganas sebagai waktu yang tepat bagi setiap masyarakat untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi kondisi ketahanan keluarga masing-masing. Pertanyaan besarnya: sudahkah rumah kita menjadi tempat yang aman dan siap mencetak generasi pemenang?

Tantangan ini menjadi kian nyata mengingat Indonesia saat ini tengah berada di puncak bonus demografi—momentum langka di mana jumlah penduduk usia produktif mendominasi.

“Peluang ini hanya datang sekali dalam sejarah bangsa. Jika dikelola dengan baik, bonus demografi dapat membawa Indonesia menjadi Indonesia Emas 2045,” jelas Bupati.

Namun, ia mengingatkan jika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak disiapkan dengan matang melalui tiga pilar utama keluarga—kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental—maka bonus demografi justru berisiko memicu ledakan pengangguran dan masalah nasional baru.
Perang Melawan “Screen Time” berlebih.

Di sisi lain, bupati perempuan pertama di Berau ini juga menyoroti tantangan era digital. Ia mewanti-wanti para orang tua agar lebih bijak dan ketat dalam mengawasi penggunaan gawai (gadget) anak-anak mereka. Teknologi harus diarahkan untuk hal-hal yang produktif dan edukatif.

“Jangan sampai anak-anak kehilangan waktu untuk berinteraksi dengan keluarga karena terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Sri Juniarsih mengajak seluruh elemen masyarakat menjalin komitmen bersama. Ia memastikan Pemkab Berau akan terus mendukung lewat kebijakan yang pro-keluarga dan kemudahan akses layanan dasar. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa kunci utama pengasuhan tetap berada di tangan orang tua.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.