Program Pelatihan Kerja Kaltim Catat Penyerapan 77 Persen, Bukti Efektivitas Penguatan SDM

oleh -358 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali membuahkan hasil positif. Melalui dukungan APBD yang dialokasikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), program Pelaksanaan Latihan Kerja Berdasarkan Klaster berhasil membukukan tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 77 persen pada tahun 2025.

Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Hal ini ia sampaikan saat menutup program pelatihan tersebut di Samarinda, Rabu (19/11/2025).

“Saya yakin semua visi dan misi pembangunan bertujuan untuk memastikan SDM yang unggul dan sejahtera,” ujarnya.

Program pelatihan vokasi ini menjadi salah satu strategi kunci pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang mampu menjawab tuntutan industri. Pelatihan tidak hanya menyasar peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong peserta untuk membangun usaha secara mandiri.

Pada tahun 2025, sebanyak 352 peserta dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Penajam Paser Utara, dan Paser mengikuti pelatihan yang terbagi dalam berbagai bidang yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Peserta dilatih oleh 14 lembaga pelatihan swasta dan mengikuti magang di 117 perusahaan dari dunia usaha dan industri di Kaltim. Kejuruannya meliputi desain grafis, general office, housekeeping, barista, pewarnaan rambut, pangkas rambut pria, hingga make up artist,” jelas Rozani.

Dari total peserta, 271 orang atau 77 persen telah terserap bekerja atau memulai usaha pribadi. Sementara 81 orang atau 23 persen lainnya masih dalam proses mencari pekerjaan. Angka tersebut dinilai sebagai capaian tinggi dan menjadi bukti bahwa pelatihan vokasi tetap efektif dalam menghasilkan tenaga kerja siap pakai.

Rozani menuturkan bahwa beberapa peserta bahkan langsung dipekerjakan oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

“Ini bukti bahwa kompetensi benar-benar menjadi kunci diterimanya seseorang di dunia kerja,” tegasnya.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam memperluas jangkauan pelatihan. Ia berharap program berbasis klaster tetap dapat diperbesar cakupannya pada tahun-tahun mendatang.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong Disnakertrans kabupaten/kota se-Kaltim untuk memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan agar manfaatnya semakin merata.

“Kita bersama berupaya meningkatkan kualitas kompetensi warga Kaltim. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini selama kurang lebih enam bulan. Tingkat penyerapan 77 persen ini dalam ukuran nasional sudah melampaui target,” kata Rozani disambut tepuk tangan peserta.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil di Kaltim akan terus meningkat, terutama dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pertumbuhan sektor industri. Melalui pelatihan vokasi, pemerintah berharap masyarakat lokal dapat lebih siap mengambil peran dalam pembangunan besar tersebut.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.