Sempat Hilang 17 Hari, Tiga Nelayan Berau Pulang dengan Selamat

oleh -39 views
Tiga nelayan pulang ke Tanjung Redeb. foto BPBD Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Tiga nelayan asal Jalan Pangeran Diguna, Tanjung Redeb, yang sempat dilaporkan hilang kontak sejak pertengahan Februari lalu, akhirnya kembali ke rumah dalam keadaan selamat pada Senin (9/3/2026). Kerusakan mesin kapal yang terjadi berulang kali menjadi penyebab utama ketiganya terombang-ambing di lautan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat, mengonfirmasi bahwa para nelayan tersebut telah berkumpul kembali dengan keluarga setelah melewati masa sulit di perairan luar Pulau Derawan.

Kronologi Kerusakan Mesin

Insiden bermula saat kapal yang ditumpangi Rapiuddin, Sukri, dan Saparuddin mengalami kerusakan mesin saat menuju rumpon. Kondisi ini membuat mereka terapung selama tiga hari sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.

“Setelah beberapa hari terapung, mereka dibantu oleh kapal nelayan lain yang melintas dan ditarik menuju Tanjung Batu untuk melakukan perbaikan,” ujar Nofian, Selasa (10/3/2026).

Setelah mesin berhasil diperbaiki, ketiganya memutuskan untuk kembali melanjutkan aktivitas melaut. Namun, nasib nahas kembali menimpa; mesin kapal mengalami kerusakan serupa untuk kedua kalinya. Akibatnya, mereka kembali terombang-ambing selama kurang lebih lima hari di tengah laut.

Terputusnya informasi mengenai keberadaan para nelayan ini dipicu oleh kerusakan perangkat telepon genggam milik mereka. Sebelumnya, keluarga dan pemilik kapal sempat menjalin komunikasi terakhir sebelum sinyal dan perangkat benar-benar mati total.

Titik terang muncul ketika pihak kepolisian menginformasikan keberadaan kapal tersebut. “Polsek Tanjung Batu melaporkan kepada pemilik kapal bahwa kapal mereka bersandar di wilayah Tanjung Batu,” jelas Nofian.

Kembali ke Rumah
Setelah memastikan kondisi mesin dan fisik mereka cukup stabil, ketiganya akhirnya tiba di rumah pada 9 Maret 2026. Pihak keluarga kemudian berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meneruskan informasi kepulangan ini kepada kepolisian guna mencabut laporan kehilangan.

Meskipun berakhir bahagia, insiden ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu memastikan kondisi kelaikan mesin kapal dan membawa alat komunikasi cadangan sebelum melaut ke perairan lepas, terutama saat kondisi cuaca sedang tidak menentu.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.