Perkuat Ekraf Berbasis Kampung, Pemkab Berau Pacu Peserta Pelatihan Rotan Segah Bentuk Kelompok Perajin

oleh -82 views
Penutupan pelatihan kerajinan anyaman rotan di Kantor BKKBN Kecamatan Segah, Senin (29/4/2026). foto Kominfo Berau

SEGAH, DIMENSINEWS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjadikan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai pilar ekonomi kerakyatan terus diperkuat. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penutupan pelatihan kerajinan anyaman rotan yang berlangsung selama sepuluh hari di Kantor BKKBN Kecamatan Segah, Senin (29/4/2026).

Mewakili Ketua Dekranasda Berau(Purn) Brigjen Edy Suswanto, , Kepala Diskoperindag sekaligus Ketua Harian Dekranasda, Eva Yunita, secara resmi menutup kegiatan tersebut. Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan sertifikat sebagai simbol kesiapan para perajin lokal Segah untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Visi Bupati: Kampung Sebagai Pusat Kreativitas

Langkah ini selaras dengan visi Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menempatkan ekraf sebagai motor pembangunan daerah berkelanjutan. Bupati menegaskan bahwa penguatan ekraf harus dimulai dari akar rumput, yakni dengan mendorong kampung-kampung menjadi pusat kreativitas berbasis potensi lokal.

Bupati Sri Juniarsih mengarahkan agar pertumbuhan sektor pariwisata Berau yang pesat harus beriringan dengan kesiapan produk lokal. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan SDM berbasis digital, kolaborasi komunitas, serta integrasi ekraf dengan sektor pariwisata untuk menciptakan lapangan kerja baru. Kebijakan ini pun telah diperkuat dengan roadmap pengembangan ekonomi kreatif daerah tahun 2024–2028.

Harapan Keberlanjutan di Kecamatan Segah

Camat Segah, Toris, dalam sambutannya berharap pelatihan ini menjadi pemantik kebangkitan ekonomi di wilayahnya. Ia meminta agar para peserta tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan, melainkan langsung beraksi di kampung masing-masing.

“Kami imbau para peserta segera membentuk kelompok perajin. Ketika kembali ke kampung, sampaikan kepada Kepala Kampung agar disiapkan wadah berkarya. Dengan berkelompok, akses terhadap bantuan pemerintah dan kolaborasi akan jauh lebih mudah,” tegas Toris.

Bahkan, Toris mengungkapkan rencana besar untuk mengusulkan pembangunan rumah produksi yang dilengkapi galeri di Kecamatan Segah, guna menampung hasil karya para perajin agar memiliki nilai jual tinggi.

Hasil olahan selama 10 hari pelatihan.


Peningkatan Kualitas dan Daya Saing

Senada dengan hal tersebut, Eva Yunita menekankan bahwa kualitas produk adalah kunci utama. Menurutnya, perajin harus mampu mengombinasikan keterampilan tradisional dengan inovasi agar produk anyaman rotan Segah memiliki daya tarik bagi wisatawan maupun pasar digital.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin para perajin tidak hanya terampil, tapi juga mandiri secara ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan produk lokal kita layak dipasarkan dan mampu menambah pendapatan keluarga,” ujar Eva.

Acara ini ditutup dengan apresiasi tinggi kepada pihak Kecamatan Segah yang telah memfasilitasi kegiatan. Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan setiap kampung di Segah dapat segera melahirkan kelompok perajin kreatif yang mampu mendukung kemandirian ekonomi daerah sesuai dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Berau.

(adv/pem26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.