Pemkab Berau Kirim 53 Delegasi ke PENAS XVII Gorontalo

oleh -197 views
Plh. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Endah Ernany Triariani,

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau resmi memberangkatkan 53 perwakilan untuk berlaga di Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII 2026. Ajang bergengsi skala nasional ini akan dipusatkan di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni mendatang.

Plh. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Endah Ernany Triariani , menjelaskan bahwa PENAS KTNA merupakan ruang strategis yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, hingga pelaku usaha dari seluruh penjuru Indonesia.

“Agenda ini bertujuan memperluas cakrawala berpikir, mengasah keterampilan, serta memperkuat kolaborasi antar-daerah guna mewujudkan pembangunan sektor agraris yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Endah.


Sinergi Lintas Sektor di Tengah Efisiensi

Meski saat ini pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Berau tetap berkomitmen penuh mengirimkan delegasi terbaik agar dapat mengambil peran aktif di pentas nasional tersebut.

Total 53 peserta yang diberangkatkan merupakan gabungan dari unsur kelompok tani nelayan serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Di antaranya DTPHP, Dinas Perkebunan, Dinas Pangan, dan Dinas Perikanan, yang terdiri dari peserta utama serta pendamping.

“Keterlibatan lintas sektor ini sengaja dirancang untuk memperkuat sinergitas di lapangan. Kita ingin pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Bumi Batiwakkal ke depan dapat berjalan lebih terpadu,” imbuhnya.

Endah menambahkan, saat ini seluruh persiapan administrasi, koordinasi teknis, hingga pendampingan intensif telah rampung dilakukan demi memastikan seluruh kontingen dapat mengikuti rangkaian acara dengan lancar.


Targetkan Serapan Inovasi Teknologi

Selama enam hari pelaksanaan, kontingen Berau akan dihadapkan pada berbagai agenda padat. Mulai dari temu wicara, pameran inovasi, peragaan teknologi tepat guna, temu usaha agribisnis, hingga studi banding lapangan.

Melalui rentetan kegiatan tersebut, para peserta ditargetkan mampu membawa pulang pengetahuan baru terkait digitalisasi pertanian, teknik pengolahan pascapanen, hingga penguatan tata kelola kelembagaan lokal.

“Kami ingin sekembalinya dari Gorontalo, ada ilmu baru yang diadopsi dan diimplementasikan di Berau. Transfer pengetahuan ini krusial untuk mengubah pola kerja konvensional menjadi lebih taktis, yang ujungnya tentu pada peningkatan kesejahteraan para petani, pekebun, peternak, dan nelayan kita,” pungkasnya.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.