Maju Ke Kancah Global, Berau Luncurkan Dalling dan Batik

oleh -13 views
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meluncurkan program Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7/2026). foto Prokopim

JAKARTA, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau resmi meluncurkan program Dalling dan Batik untuk Derawan, Maratua, dan Budaya di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Langkah strategis ini ditempuh sebagai upaya masif mempromosikan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, serta kekayaan budaya daerah ke kancah nasional hingga internasional.

Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis—meliputi Diskoperindag, Disbudpar, Dinas Perikanan, hingga Dekranasda Berau. Turut hadir Sekjen Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta, Founder IPBN Sapta Nirwandar, Kepala BPK Wilayah XIV Kaltimtara Titit Lestari, Sekretaris Dekranasda Kaltim Ronny Suhendra, serta Ketua TP3ESKMS Michael Surya. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Kementerian Kebudayaan RI.

Dalam sambutannya, Bupati Berau menegaskan bahwa daya tarik Pulau Derawan dan Maratua tidak terpisahkan dari identitas Kabupaten Berau secara menyeluruh. Karena itu, ajang ini tak cuma menonjolkan pesona pesisir, melainkan juga kekayaan ragam tradisi lokal.

“Mengenal Maratua dan Derawan tentu sangat bagus, namun belum lengkap jika tidak mengenal Berau secara keseluruhan. Maka dari itu, kami menghadirkan para penari yang membawakan tarian khas suku-suku asli Berau—mulai dari Suku Bajau dengan nuansa pakaian biru, Suku Banua berbusana kuning, hingga keanggunan Suku Dayak,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, keanekaragaman hayati bahari Berau, seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Derawan dan fenomena langka Tornado Barracuda di Pulau Maratua, menjadi keajaiban alam unggulan yang sulit tertandingi di Indonesia.

Poin krusial lain dari agenda ini adalah transformasi desain Batik Berau yang kini tampil lebih modern agar makin responsif terhadap pasar global. Berau sendiri telah mengantongi beragam motif khas, seperti Batik Ulin, Batik Sodiq, Batik Putri Maluang, hingga Batik Dumaring.

Menariknya, pengembangan Batik Maratua dan Derawan bahkan telah menembus pasar Negeri Sakura. Pemkab Berau menjalin kolaborasi khusus dengan desainer kimono ternama asal Tokyo, Nakano Sensei, untuk merancang motif Batik Berau menjadi busana Kimono. Karya kolaborasi lintas negara ini dijadwalkan tampil pada malam final Putra-Putri Batik Nusantara 2026.

“Alhamdulillah, batik yang kita miliki kian berkembang pesat. Lewat penyegaran desain dan kolaborasi global ini, kami optimistis Batik Berau tidak hanya dicintai masyarakat lokal, tetapi juga benar-benar mampu menembus pasar internasional,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.