Pemkab Berau Pacu Perpustakaan Berstandar Nasional Lewat Akreditasi

oleh -16 views
Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Batch II. Kegiatan bertema "Mewujudkan Perpustakaan Berstandar Nasional Melalui Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pengelola Perpustakaan" di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb, Kamis (30/7/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau menggelar Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Batch II. Kegiatan bertema “Mewujudkan Perpustakaan Berstandar Nasional Melalui Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pengelola Perpustakaan” tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sangalaki Setda Berau, Tanjung Redeb, Kamis (30/7/2026).

Mewakili Bupati Berau, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, Warji, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda ini sebagai langkah nyata memperkuat tata kelola perpustakaan daerah agar kian profesional dan berkualitas.

Menurut Warji, fungsi perpustakaan saat ini telah bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, pusat informasi, hingga ruang inklusi sosial yang memantik kreativitas masyarakat.

“Akreditasi bukan sekadar penilaian administratif untuk mengejar sertifikat, melainkan instrumen evaluasi agar perpustakaan terus melakukan pembenahan berkelanjutan—mulai dari tata kelola koleksi, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kompetensi SDM,” ujar Warji.

Ia turut mengapresiasi pencapaian Kabupaten Berau yang saat ini mencatatkan diri sebagai daerah dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak di Kalimantan Timur. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tolok ukur utama keberhasilan perpustakaan tetap terletak pada tingkat pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat.

“Fasilitas lengkap tidak akan maksimal jika pengunjungnya sedikit. Kuncinya ada pada pelayanan yang inovatif, inklusif, serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dispusip Berau, Nurseha, menjelaskan bahwa kegiatan batch II ini diikuti sekitar 100 pengelola perpustakaan yang belum tersertifikasi atau sedang mengajukan akreditasi. Peserta mencakup pengelola perpustakaan jenjang SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, perpustakaan khusus, hingga tingkat kecamatan, kampung, dan kelurahan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pembekalan komprehensif mengenai Standar Nasional Perpustakaan (SNP), pendampingan teknis pengajuan akreditasi melalui aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia (SIPAPI), serta memperluas advokasi pentingnya mutu layanan,” terang Nurseha.

Ia mengungkapkan, meski Berau mendominasi jumlah akreditasi perpustakaan sekolah dan umum di Kaltim, saat ini belum ada perpustakaan perguruan tinggi di Berau yang terakreditasi. Melalui sosialisasi ini, Dispusip berkomitmen memfasilitasi seluruh jenis perpustakaan agar terus naik kelas.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.