Disdamkarmat BerauDisdamkarmat Berau Masih Krisis Personel dan Aset

oleh -84 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS- Proses pemisahan “harta” dan administrasi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau hingga kini masih bergulir.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan bahwa sejauh ini baru aset-aset berskala besar yang resmi diserahterimakan dari BPBD. Setidaknya, ada 50 unit armada pemadam kebakaran yang status administrasinya sudah beralih.

Meski begitu, untuk urusan logistik kecil dan penataan personel, Disdamkarmat masih harus bersabar karena proses pendataan yang belum rampung.

“Baru unit besar yang diserahkan, sekitar 50 unit. Sementara aset-aset kecil seperti snake stick (tongkat penjepit ular), selang, dan peralatan pendukung lainnya masih dalam proses pendataan. Harapan kami tentu ini bisa selesai secepatnya,” ujar Rakhmadi.

Pelik Administrasi Pegawai

Tak hanya urusan kebendaan, sekat administrasi juga masih membayangi sektor sumber daya manusia (SDM). Saat ini, tercatat ada 16 personel Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu yang bernasib “mendua”.

Secara fisik dan operasional, mereka sudah totalitas bekerja di bawah komando Disdamkarmat. Namun secara sistem administrasi, nama mereka masih tercantum di BPBD.

Kondisi ini kian pelik mengingat Disdamkarmat Berau memang sedang didera krisis personel. Saat ini, total pasukan yang dimiliki hanya 99 orang. Jumlah yang terbilang minim ini harus dibagi untuk mengisi 14 posko yang tersebar di seluruh kecamatan.

Dampaknya, sebaran petugas di lapangan menjadi sangat timpang dan berisiko, kondisi riil: Ada posko yang hanya diisi tiga atau dua orang. Bahkan, di Kecamatan Kelai, posko damkar hanya dijaga oleh satu orang personel. Sementara target ideal: berdasarkan kalkulasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), wilayah Berau idealnya disokong oleh minimal 423 personel.

Dengan jomplangnya jumlah personel saat ini, Rakhmadi mengakui bahwa manajemen penanganan kebakaran di lapangan masih jauh dari kata optimal. Masih Krisis Personel dan Aset

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.