Perkuat Hulu ke Hilir, Program SIGAP Sejahtera Dorong Potensi Kelapa Genjah Entog

oleh -44 views
PKK Karangan perlihatkan hasil produksi dari kelapa Genjah Entog. foto dok

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah melalui komoditas unggulan, Program SIGAP Sejahtera menyalurkan bantuan bibit Kelapa Genjah Entog kepada kelompok masyarakat di Kabupaten Berau. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat sektor hulu sekaligus menyiapkan fondasi hilirisasi produk turunan kelapa yang berkelanjutan.

Mengapa Kelapa Genjah Entog?

Pemilihan varietas Kelapa Genjah Entog dinilai sebagai keputusan taktis yang menguntungkan petani lokal. Varietas ini dipilih karena memiliki tiga keunggulan utama, yakni masa panen cepat erbuah jauh lebih cepat, produktivitas tinggi menghasilkan buah dalam jumlah yang melimpah. Dan pohon lebih pendek sehingga Memudahkan petani dalam proses perawatan harian dan efisiensi saat panen.

Kombinasi karakteristik ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang yang stabil bagi masyarakat kampung.

Hilirisasi: Dari Sabun hingga Minyak VCO

SIGAP Sejahtera tidak hanya berfokus pada penyediaan bibit di sektor hulu, tetapi juga memberikan pendampingan teknis di sektor hilir (pengolahan produk). Upaya nyata ini sudah mulai berjalan di Kampung Karangan.

Di kampung tersebut, program ini sukses memberdayakan kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mengolah hasil kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti sabun batang dan sabun cair, dan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).

Koordinator Proyek SIGAP Sejahtera, Hamzah Nasir, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi pembangunan strategis Kabupaten Berau. Ia berharap gerakan ini memicu kolaborasi yang lebih luas dari berbagai pihak.

“Kami berharap langkah ini dapat dilanjutkan dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, agar potensi kelapa di Berau dapat dikelola secara optimal untuk kemajuan daerah,” ujar Hamzah.

Ia menambahkan bahwa ekosistem perkebunan yang kuat dan berdaya saing hanya bisa terwujud melalui sinergi antara kebijakan daerah dan pemberdayaan masyarakat bawah.

“Kami percaya, kesejahteraan sejati bermula dari tanah dan apa yang tumbuh di atasnya, lalu kita rawat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.

(adv/kom26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.