Bidikan Hijau Pemkab Berau: Dongkrak Potensi Kakao-Sawit dan Kelestarian Lingkungan Lewat Dana BLU

oleh -8 views
Kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tjahjo Purnomo, beserta rombongan ke Kabupaten Berau. Jumat (19/6/2026) di Ruang Rapat Semama Setda Berau, Tanjung Redeb. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini tengah membidik peluang besar untuk menyuntikkan modal segar ke sektor hijau bumi batiwakkal. Lewat skema pembiayaan Badan Layanan Umum (BLU) pusat, Pemkab Berau siap mendongkrak produktivitas tiga komoditas perkebunan unggulan—kakao, sawit, dan kelapa—sekaligus memperkuat program kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Langkah strategis ini dimatangkan saat Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyambut kunjungan kerja Kepala Kantor Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim, Tjahjo Purnomo, beserta rombongan di Ruang Rapat Semama Setda Berau, Jumat (19/6/2026).

Wabup Gamalis menilai, kehadiran program dari BLU pusat ini menjadi angin segar serta ruang baru untuk memberikan dukungan nyata bagi sektor-sektor potensial di daerah.

Fokus 3 Komoditas Unggulan Perkebunan Berau
Menurut Gamalis, sektor perkebunan Berau memiliki potensi melimpah namun masih memerlukan stimulus penguatan yang optimal. Melalui ruang kemitraan ini, pemerintah daerah akan mengarahkan fokus pada tiga komoditas utama:

1. Kakao (Cokelat): Memacu kualitas dan hilirisasi produk agar memiliki nilai jual tinggi.

2. Kelapa: Mengembangkan potensi perkebunan rakyat di wilayah pesisir.

3. Kelapa Sawit: Memperkuat tata kelola perkebunan yang produktif dan ramah lingkungan.

“Alhamdulillah, kita memiliki potensi besar di sektor perkebunan dan lingkungan hidup. Mudah-mudahan ini dapat kita berdayakan dan manfaatkan semaksimal mungkin sebagai supporting baru dari BLU,” ungkap Gamalis.

Tak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi lewat perkebunan, Pemkab Berau juga menempatkan isu ekologis sebagai prioritas utama. Anggaran dan program dari pusat nantinya akan didorong untuk mendanai dua agenda besar lingkungan hidup, yskni dengan penyehatan Lingkungan dan
pengelolaan berkelanjutan.

Di sisi lain, stimulus modal usaha melalui skema Pembiayaan Investasi Non-Kredit Program (PIP) juga disiapkan untuk memperkuat para pelaku UMKM lokal yang bergerak di sektor-sektor tersebut.

Mengingat program pusat ini memiliki persyaratan administrasi dan aturan teknis yang spesifik, Pemkab Berau enggan membuang waktu. Dinas Perkebunan dilaporkan telah bergerak cepat mengikuti pemaparan regulasi langsung dari narasumber pusat.

Gamalis mengimbau agar seluruh jajaran dinas terkait segera mendalami aturan yang ada agar program ini bisa secepatnya dirasakan manfaatnya oleh para petani dan masyarakat Berau.

“Untuk detail teknisnya silakan berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan yang kemarin juga hadir mengikuti kegiatan. Yang jelas, ada persyaratan atau aturan teknis, namun peluang emas ini harus kita manfaatkan secara optimal,” pungkas Gamalis.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.