Lawan Stunting dan Inflasi, Diskan Berau Gelontorkan 7 Ton Ikan Segar di Pasar Murah

oleh -6 views
Pasar ikan Murah di PPI Sambaliung, Sabtu (20/6/2026). foto Toni Arman, Dimensinews.id

SAMBALIUNG, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Melalui Dinas Perikanan (Diskan), Pemkab Berau kembali menggelar program rutin bulanan Pasar Ikan Murah. Kali ini, sebanyak 7 ton pasokan ikan segar disiapkan bagi masyarakat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung, Sabtu (20/6/2026).

Langkah strategis ini sengaja diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan bergizi dengan harga yang jauh lebih miring dibanding harga pasar konvensional.

Dari total 7 ton komoditas yang disediakan, pasokan terdiri dari, 1 ton ikan air tawar didominasi oleh jenis ikan emas, nila, lele, dan patin. Kemudian 6 Ton Ikan Laut: Didominasi oleh ikan layang, serta didukung jenis lain seperti kakap putih, como-como, bandeng, hingga tongkol.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menjelaskan bahwa komposisi dan volume komoditas kali ini sengaja dipertahankan agar selaras dengan pelaksanaan sebelumnya. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas ketersediaan pangan di pasaran secara konsisten.

Tiga Misi Utama untuk Kesejahteraan Masyarakat
Majid menegaskan, program Pasar Ikan Murah ini akan terus bergulir secara berkesinambungan sesuai dengan instruksi Bupati Berau. Setidaknya, ada tiga misi utama yang diusung dalam gerakan ini.

“Sesuai arahan Ibu Bupati, program ini terus kita lanjutkan. Pertama, tujuannya bukan sekadar menambah pasokan, melainkan menekan inflasi daerah lewat stabilitas harga. Kedua, sebagai upaya menekan angka stunting. Dan ketiga, untuk menyosialisasikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan),” urai Majid.

Melalui intervensi harga pada komoditas perikanan, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus pemenuhan gizi keluarga, terutama anak-anak, dapat terpenuhi dengan baik.

Perluasan Wilayah dan Optimalisasi Potensi Lokal
Merespons aspirasi masyarakat terkait perluasan jangkauan pasar murah ke kecamatan lain, Majid menyatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan wilayah berbasis analisis potensi lokal. Langkah ini sebelumnya telah sukses diinisiasi di wilayah pesisir Tanjung Batu.

“Kemarin di Tanjung Batu sudah kita laksanakan. Kita melihat potensi yang ada di sana; walau areanya pesisir, harga ikan kadang masih tergolong mahal,” ungkapnya.

Pelaksanaan di Tanjung Batu, lanjut Majid, mengusung fungsi ganda. Selain menekan gejolak harga lokal, program ini juga diproyeksikan untuk mendukung sektor pariwisata. Wisatawan maupun warga lokal diharapkan bisa langsung menikmati ikan segar, baik untuk diolah di tempat maupun dijadikan buah tangan saat kembali ke Tanjung Redeb.

Momentum di Tanjung Batu tersebut sekaligus menjadi panggung untuk memperkenalkan serta mengoptimalkan operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) baru yang telah resmi beroperasi sejak 1 Mei 2026 lalu.

Ke depan, Diskan Berau berkomitmen mengarahkan seluruh lini kegiatan perikanan untuk memaksimalkan fasilitas TPI tersebut guna memacu pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan Berau.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.