Saatnya BUMK Berau Jadi Mesin Uang Kampung

oleh -149 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS- Potensi lokal di tingkat kampung sering kali diibaratkan sebagai “raksasa tidur”. Sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga pariwisata yang tersebar di Kabupaten Berau punya peluang besar untuk menjadi sumber kemakmuran warga jika dikelola dengan tepat.

Untuk menghidupkan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan pentingnya reposisi peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Lembaga ini tidak boleh lagi sekadar menjadi pemanis administratif atau pelengkap struktur di tingkat desa, melainkan harus bertransformasi menjadi unit bisnis profesional yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan.

Langkah strategis ini dibahas mendalam dalam agenda Penguatan BUMK dan Peningkatan SDM Kabupaten Berau yang digelar di Hotel SM Tower, Tanjung Redeb, Kamis (16/7/2026). Pertemuan ini mempertemukan jajaran DPMK Berau, akademisi, camat, kepala kampung, hingga para pengurus BUMK.


Berpikir Layaknya Pengusaha, Bukan Birokrat

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, menjabarkan tantangan nyata yang dihadapi desa saat ini. Di era kompetisi yang makin ketat, pengurus BUMK dituntut untuk memiliki pola pikir layaknya pelaku usaha modern yang adaptif.

“Kabupaten Berau memiliki potensi yang luar biasa. Potensi pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif tersebar hampir di seluruh kampung,” ujar Said.

Namun, kekayaan alam saja tidak cukup jika pengelolaannya pasif. Kunci keberhasilan BUMK ke depan terletak pada empat pilar utama:

Kejelian Membaca Pasar: Mampu melihat produk apa yang sedang diminati konsumen di luar kampung.

Manajemen Risiko: Tidak asal membuka unit bisnis tanpa perhitungan finansial yang matang.

Kemitraan Luas: Berani membuka jaringan kolaborasi dengan pelaku usaha besar maupun investor luar.

Adaptasi Teknologi: Memanfaatkan platform digital untuk efisiensi operasional dan memperluas pemasaran.

Kolaborasi Total demi Pendapatan Asli Kampung
Agar ekosistem ekonomi ini berjalan optimal, kepala kampung diharapkan memberikan ruang penuh bagi inovasi BUMK. Hubungan yang harmonis antara pemerintah kampung, pengurus usaha, masyarakat, dan pelaku UMKM lokal akan menjadi fondasi rantai pasok ekonomi yang kuat di tingkat tapak.

Ketika BUMK tumbuh sehat dan kompetitif, dampak positifnya akan langsung dirasakan warga sekitar. Lapangan kerja baru tercipta, UMKM lokal mendapat panggung, dan Pendapatan Asli Kampung (PAK) meningkat untuk membiayai berbagai pembangunan fasilitas publik tanpa terus-menerus bergantung pada dana transfer.

Lewat pembekalan ini, para pengurus BUMK diharapkan pulang membawa strategi baru yang aplikatif. Target besarnya adalah menjadikan BUMK sebagai pilar utama yang mengubah status kampung dari wilayah administratif menjadi kawasan mandiri, maju, dan sejahtera.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.