Harga Tiket Sulit Bersaing dengan Speedboat, Maskapai Komersial Angkat Kaki dari Maratua

oleh -11 views
Suasana di Bandara Kalimarau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Konektivitas udara menuju destinasi wisata unggulan Pulau Maratua kini sepenuhnya kembali bergantung pada penerbangan perintis. Hal ini terjadi setelah maskapai komersial Wings Air memutuskan menarik diri dari rute penerbangan ke pulau eksotis tersebut.

Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Bandara Kalimarau, Patah Atabri, menyampaikan bahwa saat ini rute penerbangan menuju Maratua hanya dioperasikan oleh Smart Aviation, yang merupakan layanan penerbangan perintis bersubsidi.

“Untuk saat ini, yang masih aktif beroperasi untuk rute Maratua, baik dari Berau, Samarinda, maupun Tarakan, semuanya adalah penerbangan perintis. Belum ada maskapai komersial reguler yang masuk kembali,” jelas Patah.

Mundurnya Wings Air tentu menjadi pukulan bagi sektor pariwisata daerah. Padahal, ketika maskapai tersebut membuka rute ke Maratua pada awal tahun 2026, kehadiran mereka sempat menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Berau. Sayangnya, operasional tersebut tidak bertahan lama. Maskapai berlogo sayap itu memilih menyudahi layanannya setelah hanya melakukan sekitar empat kali penerbangan.

Patah mengungkapkan, faktor utama yang membuat maskapai komersial kelimpungan adalah tingginya harga tiket yang sulit bersaing dengan transportasi laut. Saat itu, harga tiket Wings Air berkisar di angka Rp900.000. Sementara di sisi lain, wisatawan memiliki alternatif speedboat dengan tarif jauh lebih ramah kantong, yakni sekitar Rp320.000 dengan waktu tempuh 2,5 hingga 3 jam saja.

“Kalah bersaing dengan speed. Karena harga tiket Wings Air waktu itu Rp900.000, sedangkan speed cuma Rp320.000, akhirnya tidak bisa menyaingi. Mau tidak mau mereka menarik diri,” ungkapnya.

Selain faktor harga, tingkat keterisian kursi (okupansi) yang rendah juga menjadi pemicu utama. Pola perjalanan wisatawan ke Maratua cenderung tidak datang dalam satu rombongan besar secara terus-menerus, melainkan dalam kelompok-kelompok kecil secara bertahap. Alhasil, angka keterisian kursi maskapai komersial sangat anjlok pada hari-hari biasa.

Patah mengakui bahwa potensi pasar penerbangan komersial ke Maratua sebenarnya tetap ada, namun sifatnya sangat musiman (seasonal). Maskapai baru akan meraup untung saat ada ajang besar atau musim liburan panjang. Di luar momentum tersebut, arus penumpang harian belum mampu menutup biaya operasional pesawat.

“Komersialnya sangat rendah, cuma ramai di musim-musim tertentu,” tambahnya.

Untuk sementara waktu, Otoritas Bandara Berau memastikan pelayanan rute perintis dari Tarakan dan Samarinda akan terus berjalan. Langkah ini diambil guna menjaga aksesibilitas bagi masyarakat lokal maupun pelancong yang ingin menikmati keindahan Maratua dengan tarif yang lebih terjangkau.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.