Air Panas Pemapak Diproyeksikan Jadi Destinasi Berkelas

oleh -79 views
Kunjungan penting Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN sekaligus Founder Indonesian Diaspora Network Global (IDN Global), Nico Barito, di objek wisata Air Panas Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Senin (20/7/2026). foto dok Diskominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau terus mengepakkan sayap untuk mempercepat akselerasi sektor pariwisata daerah. Komitmen tersebut dibuktikan lewat penerimaan kunjungan penting Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN sekaligus Founder Indonesian Diaspora Network Global (IDN Global), Nico Barito, di objek wisata Air Panas Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Senin (20/7/2026).

Kedatangan delegasi internasional yang disambut langsung oleh Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, ini menjadi momentum krusial untuk memamerkan keunggulan Air Panas Pemapak sekaligus menjajaki peluang investasi berbasis kearifan lokal. Destinasi alam tersebut dinilai menyimpan potensi besar untuk ditransformasikan menjadi objek wisata berkelas dunia.

Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, menegaskan bahwa kekayaan alam Berau memiliki daya saing tinggi di kancah nasional maupun global. Namun, untuk mengoptimalkan potensi besar tersebut, diperlukan sinergi yang kokoh antara pemerintah, investor, dan masyarakat setempat.

“Berau memiliki peluang investasi yang sangat menjanjikan, khususnya di sektor pariwisata. Kami mengundang para investor untuk bersama-sama membangun pariwisata Berau agar semakin maju, berdaya saing, dan membawa dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutur Gamalis.

Usung Konsep Experience Tourism
Dalam tinjauannya, Nico Barito memuji keunikan Air Panas Pemapak. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa pesona lanskap alam semata tidak lagi cukup untuk memikat wisatawan modern. Menurutnya, sebuah destinasi unggulan harus memiliki narasi kuat, nilai sejarah, serta identitas budaya yang memberikan pengalaman berkesan.

Nico melontarkan gagasan penerapan experience tourism, di mana wisatawan tak sekadar berendam di air panas, melainkan turut berinteraksi langsung dalam kegiatan budaya, edukasi, hingga aktivitas kreatif warga lokal. Pola pendekatan ini diyakini efektif memperpanjang durasi kunjungan (length of stay) serta menjaga keberlanjutan pariwisata sepanjang tahun.

“Jika dikelola secara profesional dan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, Air Panas Pemapak berpeluang besar menjadi ikon baru pariwisata Berau yang diminati wisatawan nusantara hingga mancanegara,” ungkap Nico.

Melalui diplomasi dan penjajakan ini, Pemkab Berau optimistis jejaring kerja sama internasional akan terbuka lebar. Langkah strategis ini diharapkan mampu menyulap Air Panas Pemapak menjadi destinasi magnetis yang tidak hanya harum di kancah internasional, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga lokal secara langsung.

(adv/kom26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.