Cetak Sawah 2.000 Hektare, Berau Pacu Swasembada Pangan

oleh -43 views
Wabup Gamalis pada Gerakan tanam padi sawah tersebut dipusatkan di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (31/7/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

GUNUNG TABUR, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mempercepat program percepatan tanam di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) demi memperkuat ketahanan pangan daerah. Gerakan tanam padi sawah tersebut dipusatkan di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (31/7/2026).

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program strategis nasional guna mencapai swasembada pangan melalui Optimalisasi Lahan (Oplah) dan cetak sawah baru.

“Ini langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas padi lokal. Kami berharap dukungan berkelanjutan dari Kementerian Pertanian dan BRMP Kalimantan Timur untuk mengoptimalkan potensi yang ada,” ujar Gamalis di sela kegiatan.

Pada 2026, Kabupaten Berau mendapat alokasi cetak sawah baru seluas 2.000 hektare. Saat ini, program tersebut memasuki tahap Survey, Investigation, and Design (SID), sedangkan pengerjaan fisik konstruksi dijadwalkan mulai berjalan tahun ini.

Lokasi perluasan lahan ini tersebar di lima kecamatan, yakni: Gunung Tabur, Tabalar, Sambaliung, Teluk Bayur dan Segah.

Penambahan 2.000 hektare ini diharapkan mampu memperluas Luas Lahan Baku Sawah (LBS) Berau yang saat ini mencatatkan angka 2.365 hektare.

Dukungan Program Nasional

Selain menopang kebutuhan beras lokal, hasil panen ini diproyeksikan untuk menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau. Pemkab menargetkan pasokan gizi anak sekolah ke depan sepenuhnya memanfaatkan komoditas pangan lokal.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Gamalis menginstruksikan dinas teknis—seperti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), Dinas Pangan, serta Dinas Perkebunan—untuk memberikan pendampingan intensif kepada petani. Fokus pengawalan meliputi diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi, hingga modernisasi teknologi pertanian.

Kampung Melati Jaya sendiri, bersama Kampung Buyung-Buyung, merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Berau. Berstatus sebagai Kampung Mandiri, kawasan ini dinilai siap menjadi percontohan penerapan teknologi pertanian modern demi meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.