Sepuluh Wartawan Lulus UKW Berau, Penguji Ingatkan Pentingnya Belajar Tanpa Henti

oleh -136 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kabupaten Berau resmi ditutup dengan meloloskan 10 peserta berpredikat kompeten. Dari total 12 peserta yang terbagi ke dalam dua kelompok uji, tingkat kelulusan mencapai kisaran 83 hingga 84 persen, sementara dua peserta lainnya dinyatakan belum kompeten.

Meski mencatatkan hasil positif, para penguji memberikan catatan dan peringatan tegas agar para peserta tidak berpuas diri hanya dengan mengantongi status dan kartu kompetensi.

Wartawan Senior sekaligus Penguji UKW, Endro S. Effendi, secara terbuka mengingatkan peserta yang lulus untuk tidak terburu-buru naik ke jenjang Uji Kompetensi Madya jika tidak diiringi dengan peningkatan kapasitas diri yang nyata. Ia menilai kelulusan peserta kali ini banyak terbantu oleh proses perbaikan dan pembelajaran selama ujian berlangsung.

“Pesan dan ancaman saya, jangan coba-coba Anda ikut tingkat Madya kalau Anda tidak belajar sama sekali. Selama tiga tahun ke depan kalau Anda tidak pernah belajar, tidak memahami apa itu Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA), tidak ada toleransi,” tegas Endro.

Ia menambahkan, wartawan di tingkat Madya sudah berada di level manajerial yang dituntut mampu membina jurnalis di bawahnya. Pemahaman terhadap etika profesi pun ditegaskan tidak boleh sebatas hafalan, melainkan harus benar-benar diresapi dan diterapkan di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat sekaligus Penguji UKW, Refa Riana, menekankan bahwa predikat kompeten bukanlah garis akhir, melainkan titik awal tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga kualitas dan profesionalitas jurnalistik.

“Ketika Anda sudah lulus, jangan tidak mau belajar lagi karena merasa sudah senior atau memiliki jam terbang. Belajar itu dari lahir sampai mati. Bagi yang dua orang belum kompeten, ini bukan sebuah kegagalan total, melainkan ruang pembelajaran karena penguji telah menunjukkan di mana letak kekurangannya agar ke depan bisa diperbaiki,” ujar Refa.

Refa juga menyoroti pentingnya kegiatan pra-UKW atau workshop yang terbukti krusial dalam membantu peserta memahami standar pemberitaan, seperti perbedaan penerapan KEJ dan PPRA. Ia mengimbau seluruh jurnalis untuk terus mengasah kemampuan, mulai dari teknik penulisan berita dasar, feature, tajuk rencana, hingga liputan investigasi.

“Jangan merasa sombong dan susah dikasih tahu. Kompeten berarti kita punya tanggung jawab agar lebih baik lagi, semakin berisi, dan tidak sekadar berlindung di balik kartu kompetensi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PWI Berau, Yudi Perdana, menyampaikan rasa syukur atas hasil UKW kali ini. Ia berharap seluruh masukan dan evaluasi dari para penguji dapat diaplikasikan dengan baik oleh para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari di lapangan.

“Alhamdulillah teman-teman dinyatakan kompeten. Semua ilmu sudah disampaikan dari Pak Endro dan Pak Refa, tinggal bagaimana kita betul-betul menjalankan hasil evaluasi tersebut. Kami dari panitia penyelenggara juga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan selama jalannya acara,” pungkas Yudi.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.