Rombak Wajah Perpustakaan, Dispusip Berau “Jemput Bola” Dongkrak Literasi Anak Muda Lewat Konten Kekinian

oleh -31 views
Peserta workshop multimedia kreatif untuk media sosial. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk menggaet generasi muda melalui penyampaian konten media sosial yang interaktif, edukatif, dan inspiratif. Langkah ini diwujudkan lewat gelaran Workshop Multimedia Kreatif untuk Media Sosial yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di Kantor Dispusip Berau, Tanjung Redeb.

Melalui pelatihan ini, Dispusip Berau secara resmi menggeser strategi pelayanan menuju era digital agar program-program literasi dan kearsipan tak lagi terasa kaku, melainkan makin dekat serta relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini.

Selama dua hari, sebanyak 36 peserta—mulai dari staf internal Dispusip, pengelola perpustakaan kecamatan, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum—dibekali sederet keterampilan digital terapan. Materi yang dipelajari meliputi content creation, video editing, desain poster, copywriting, hingga strategi optimalisasi media sosial.

Era Baru Perpustakaan: “Jemput Bola” di Ruang Digital
Sekretaris Dispusip Berau, Sunarto, menegaskan bahwa era perpustakaan konvensional yang pasif sudah saatnya ditinggalkan.

“Di era digital saat ini, perpustakaan tidak bisa lagi hanya menunggu pengunjung datang ke gedung. Kita harus ‘jemput bola’ langsung ke ruang digital masyarakat. Media sosial adalah etalase baru perpustakaan kita,” ujar Sunarto.

Dengan memoles cara berkomunikasi melalui platform digital, Dispusip ingin membuktikan bahwa perpustakaan dan dunia kearsipan bisa dikemas menjadi hal yang seru, kekinian, serta kaya manfaat bagi generasi muda.
Kolaborasi Inklusif & Kunci Penilaian Akreditasi

Sementara itu, Kepala Bidang P3KM Dispusip Berau, Nurseha, mengungkapkan bahwa cakupan peserta sengaja diperluas atas masukan publik dari tahun sebelumnya.

“Jika tahun lalu pelatihan ini masih terbatas untuk internal pengelola perpustakaan, tahun ini kami merangkul mahasiswa hingga pelaku UMKM. Harapannya, ilmu multimedia ini bisa diterapkan secara luas di berbagai sektor sebagai bentuk kolaborasi inklusif,” ungkap Nurseha.

Selain untuk mendongkrak daya tarik literasi, Nurseha menambahkan bahwa penguasaan media digital kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang penilaian akreditasi perpustakaan. Konten digital—seperti pembuatan video profil perpustakaan—menjadi salah satu poin krusial yang wajib diunggah dalam sistem penilaian instansi pusat.

Melihat antusiasme dan dampak positifnya, Dispusip Berau berkomitmen untuk menjadikan pelatihan digitalisasi SDM ini sebagai agenda rutin tahunan demi memastikan literasi digital masyarakat Berau terus melesat maju.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.