Tipis Tapi Nyesek! Cuma Kurang 2,5 Poin, Bapperida Berau Gaspol Bimtek Inovasi Biar Gak Ketinggalan

oleh -44 views
Bapperida menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat RPJPD Bapperida Berau, Tanjung Redeb, Rabu (5/8/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Berau tak mau tinggal diam melihat capaian inovasi daerah yang stagnan. Menggandeng seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bapperida menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat RPJPD Bapperida Berau, Tanjung Redeb, Rabu (5/8/2026).

Langkah ini diambil untuk mendongkrak raihan skor Indeks Inovasi Daerah Berau yang pada tahun 2025 lalu “tersangkut” di predikat Kurang Inovatif.

Kepala Bapperida Kabupaten Berau, Endah Ernany Triariani, dalam laporannya blak-blakan mengungkapkan bahwa selisih skor Berau untuk masuk ke kategori ‘Inovatif’ sebenarnya tipis sekali.

“Tahun 2025 lalu, skor Indeks Inovasi Berau ada di angka 32,47. Padahal batas aman untuk masuk kategori Inovatif itu minimal 35. Kita cuma kurang 2,52 poin saja, tapi dampaknya bikin daerah kita masuk predikat kurang inovatif,” curhat Endah.

Endah meyakini, bukan berarti OPD di lingkungan Pemkab Berau minim ide atau bergerak lambat. Masalah utamanya ada di urusan administratif: inovasi yang sudah dibuat tidak dimasukkan (input) ke dalam sistem pelaporan pusat.

“Kami yakin kok, semua OPD punya program inovatif. Catatan pentingnya cuma satu: pelaporannya belum maksimal. Makanya lewat bimtek ini, kami ingin dampingi supaya semua ide dan karya yang sudah jalan bisa terdata dengan akurat,” jelasnya.

Bimtek ini juga makin krusial karena skor inovasi daerah berdampak langsung pada penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di aplikasi SIMONA Kemendagri.

Meskipun Bupati Berau sudah pasang badan berkomitmen tidak akan memotong TPP pegawai, Endah mengingatkan agar seluruh ASN tetap bertanggung jawab menjaga kinerja daerah.

Siapkan Strategi IGA 2026 & “Curhat” Operator Daerah
Pelaksanaan Bimtek ini berlandaskan berbagai aturan resmi, mulai dari UU No. 23/2014 hingga Perbup Berau No. 39/2024. Agenda ini juga tindak lanjut dari Surat Kemendagri tertanggal 30 Juni 2026 terkait persiapan ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2026.

Guna memuluskan langkah tersebut, Bapperida memboyong langsung narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri untuk membedah trik pelaporan inovasi yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Di akhir laporannya, Endah menyuarakan “curhatan” para operator di daerah yang sering kewalahan akibat menumpuknya aplikasi pelaporan dari pusat—mulai dari SIPD, SIMONA, e-Monev, sampai e-Krisna.

“Banyaknya sistem pelaporan ini bikin operator ekstra kerja keras. Harapan kami ke depan, kementerian pusat bisa mengintegrasikan sistemnya jadi satu pintu (single input). Cukup input sekali, data bisa dipakai buat semua pelaporan,” pungkas Endah mewakili suara hati para operator.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.