Warna-Warni Nusantara dalam Semarak Berau Ethno Carnival 2026

oleh -194 views
Peserta Ethno Carnival Berau


TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Di bawah semangat syukur menyambut Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau sekaligus ke-216 Kota Tanjung Redeb, Berau Ethno Carnival (BEC) 2026 hadir bukan sekadar pesta perayaan semata pada Sabtu (26/9/2026). Lebih dari itu, acara yang rutenya dimulai dari halaman Kantor Sekretariat Daerah menuju Lapangan GOR Pemuda ini menjadi panggung hangat yang mempertemukan dan menampilkan keindahan keberagaman yang hidup menyatu di Bumi Batiwakkal.

Jalanan di sekitar Kantor Bupati Berau, mendadak berubah menjadi lautan warna dan semarak budaya. Dentuman musik tradisional berpadu dengan kostum-kostum megah berornamen etnik yang dikenakan para peserta pawai. Sesuai tradisi perhelatan akbar ini, barisan peserta bergerak menyusuri rute jalan, melewati sebuah tarub atau panggung kehormatan, yang tahun ini bergeser di depan kantor Bupati, bukan lagi di depan Masjid Agung, tempat para pejabat berdiri untuk menyaksikan dan memberangkatkan iring-iringan.

Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, bersama Ketua TP-PKK Berau, Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi, Anggota DPRD Kaltim, Sultan Gunung Tabur Adji Raden Muhammad Bakrun, Sultan Sambaliung Datu Amir, jajaran Forkopimda, hingga para tokoh adat dan masyarakat, tampak berdiri menyambut hangat lambaian tangan para peserta pawai.

Di titik kumpul karnival tersebut, Wabup Gamalis membuka gelaran dengan menyampaikan pesan yang menyentuh hati bahwa kekayaan budaya di tanah ini adalah anugerah sekaligus kekuatan utama yang menjaga persaudaraan tetap erat.

“Berau memiliki tiga suku asli, Banua, Dayak, dan Bajau, yang sejak dulu hidup berdampingan, saling mengisi, dan menjadi wajah jati diri daerah ini. Keberagaman ini bukan tembok pemisah, melainkan jembatan yang menyatukan kita untuk membangun bersama,” ujar Gamalis di lokasi acara.

Menurutnya, kerukunan yang tumbuh dari kolaborasi antarsuku—termasuk seluruh suku pendatang dari berbagai penjuru Nusantara—inilah yang menjadikan Berau tetap sejuk, damai, dan aman. Suasana harmonis ini sangat berharga karena menjadi fondasi agar setiap langkah pembangunan dapat berjalan lancar dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Gamalis juga berharap pesta budaya ini tidak hanya menjadi hiburan sesaat. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, momen ini menjadi ruang istirahat sekaligus pengingat betapa berharganya warisan leluhur yang dimiliki.

“Melalui pawai kreativitas ini, kita tidak hanya memamerkan busana dan tarian. Kita sedang mengajak diri sendiri, terutama generasi muda, untuk mencintai, mengenal, dan menjaga agar budaya kita tetap hidup, tumbuh, dan diteruskan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gamalis menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini.

“Selamat Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb. Semoga semangat kebersamaan ini terus dijaga untuk masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Dengan resmi dibukanya acara, peserta Berau Ethno Carnival 2026 pun melangkah memukau melewati tarub utama, membawa warna-warni keunikan dan identitas khas yang menjadi kebanggaan seluruh warga Berau.

(adv/pem26*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.