Jospol Jadi Penggerak Utama Pengembangan Desa Wisata di Kaltim

oleh -351 views
Angit Ding

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Program Jospol kini menjadi instrumen utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mempercepat pembangunan desa wisata. Melalui program ini, standar pengembangan desa wisata diperkuat agar setiap desa mampu menghadirkan lebih dari dua destinasi unggulan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata Dinas Pariwisata Kaltim, Angit Ding, menegaskan integrasi desa wisata ke dalam program Jospol merupakan strategi untuk memastikan pembangunan pariwisata desa berjalan terukur dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa fokus Jospol tidak hanya pada pengembangan destinasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas desa agar tumbuh menjadi desa mandiri.

“Penguatan melalui Jospol dan Pergub ini memastikan desa wisata tumbuh dengan visi pemberdayaan, bukan sekadar lokasi rekreasi,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).

Sebagai penguatan regulasi, pemerintah provinsi tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Desa Wisata yang akan menjadi acuan hukum untuk mengatur arah pembangunan destinasi di seluruh wilayah Kaltim.

Dalam kerangka Jospol, diversifikasi destinasi menjadi syarat utama. Setiap desa didorong menggali potensi alam, budaya, sejarah, hingga produk kreatif, sehingga desa wisata tidak bergantung pada satu objek saja. Pendekatan ini membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis ekonomi kreatif dengan dukungan layanan yang lebih profesional.

Digitalisasi promosi, peningkatan kualitas layanan, dan inovasi produk lokal juga ditetapkan sebagai indikator wajib bagi desa wisata. Melalui program ini, pemerintah memastikan desa mampu melaksanakan pengelolaan destinasi berbasis standar sekaligus memaksimalkan platform digital sebagai media utama promosi.

Peran Bumdes dan UMKM menjadi kunci di lapangan. Bumdes difungsikan sebagai pengelola destinasi, sementara UMKM diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan melalui produk kreatif, kuliner lokal, hingga layanan pendukung lainnya.

“Sinergi antara Bumdes dan UMKM harus solid. Pemerintah terus memberikan pelatihan dan pendampingan agar pengelolaan wisata berjalan profesional dan berkelanjutan,” tambah Angit.

Dengan penguatan melalui Jospol dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, Pemprov Kaltim optimistis desa wisata dapat menjadi sumber lapangan kerja, meningkatkan pendapatan desa, serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Upaya pembangunan infrastruktur, promosi digital, dan standardisasi layanan juga terus dipercepat agar desa wisata Kaltim semakin kompetitif dan dikenal secara nasional.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.