Inovasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan, Diskan Berau Proyeksikan Udang Galah Jadi Komoditas Unggulan Baru

oleh -8 views
udang

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kabupaten Berau menyimpan potensi perikanan yang luar biasa, salah satunya adalah komoditas udang galah yang melimpah di sepanjang perairan Sungai Berau. Meski memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang besar, pemanfaatan potensi ini dinilai belum maksimal akibat keterbatasan alat tangkap dan minimnya data pemetaan habitat.

Melihat peluang emas tersebut, Dinas Perikanan (Diskan) Berau berencana melakukan kajian stok komprehensif ke depan. Langkah ini diambil untuk memetakan keberadaan komoditas perikanan secara akurat, khususnya udang galah di wilayah perairan dari hulu hingga hilir.

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, menjelaskan bahwa udang galah memiliki karakteristik siklus hidup yang unik. Spesies ini akan bermigrasi menuju kawasan muara untuk berkembang biak, sehingga sebarannya di sepanjang perairan Sungai Berau sangat potensial jika dikelola dengan manajemen yang tepat.

“Ke depan kita memang perlu melakukan pemetaan. Sudah ada wacana dari Dinas Perikanan untuk melakukan kajian stok keberadaan ikan di perairan kita, dan itu bukan hanya untuk udang galah saja,” ujar Yunda.

Tantangan Alat Tangkap dan Ancaman Illegal Fishing
Namun, Yunda tidak menampik bahwa tantangan terbesar saat ini terletak pada metode penangkapan yang digunakan oleh nelayan lokal. Mayoritas masyarakat masih mengandalkan cara tradisional seperti memancing, yang dinilai kurang produktif karena jumlah tangkapan sedikit dan ukurannya tidak seragam.

Lebih memprihatinkan lagi, praktik ilegal seperti penggunaan alat setrum masih ditemukan di lapangan. Metode destruktif ini dinilai sangat berbahaya karena mematikan seluruh biota air tanpa pandang bulu, termasuk anakan udang yang menjadi kunci keberlanjutan ekosistem.

“Sekarang ini kan masyarakat umumnya hanya memancing. Kalau memancing hasil tangkapannya sedikit, bahkan yang kecil-kecil terkadang ikut terpancing. Sementara kalau disetrum, semua biota termasuk anakan udang mati. Itu jelas merusak kelestarian lingkungan dan sangat berbahaya,” jelasnya.


Mendorong Inovasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Sebagai solusinya, Diskan Berau mendorong adanya inovasi dan modifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan. Salah satu yang diwacanakan adalah penggunaan jenis jaring khusus yang mampu menghasilkan tangkapan udang galah dalam jumlah banyak dengan ukuran yang seragam dan layak konsumsi, tanpa merusak habitat sekitar.

“Kita menginginkan alat tangkap yang ramah lingkungan, entah itu jaring atau modifikasi lain, yang efisien saat ditarik—hasilnya banyak dan ukurannya seragam,” tegas Yunda.

Menurutnya, jika kajian stok habitat serta inovasi alat tangkap ramah lingkungan ini berhasil direalisasikan, udang galah diproyeksikan mampu menjadi komoditas unggulan baru. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem Sungai Berau, tetapi juga mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan para nelayan lokal secara berkelanjutan.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.