Dorong Penguatan Koperasi Petani di Paser, Disbun Kaltim Berikan Bimtek Perencanaan Bisnis Sawit

oleh -287 views

TANAH PASER, DIMENSINEWS – Balai Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, berubah menjadi pusat pelatihan intensif ketika Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Bisnis Korporasi Petani Berbasis Kelapa Sawit pada 18–20 November 2025. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kemampuan petani dalam membangun usaha kelapa sawit yang lebih profesional dan terstruktur.

Selama tiga hari pelatihan, sebanyak 35 peserta yang merupakan pengurus dan anggota koperasi primer di bawah Koperasi Induk Paser Jaya Bersama mengikuti seluruh rangkaian materi dengan antusias. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Plt. Kepala Disbun Kaltim melalui Nur Chamim, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama, dan turut dihadiri perwakilan Disbunnak Paser serta PPL dari Kecamatan Long Ikis dan Kuaro.

Dalam sambutannya, Chamim menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usaha sawit secara berkelanjutan. “Bimtek ini memberikan bekal bagi petani dalam menyusun dokumen perencanaan bisnis, mempersiapkan koperasi agar mampu tumbuh menjadi entitas ekonomi yang kuat, serta memastikan usaha kelapa sawit dikembangkan dengan manajemen yang baik,” ujarnya.

Materi dimulai pada hari pertama dengan pemaparan Strategi Pemasaran Kelapa Sawit oleh Lilik Suryani, Analis Pemasaran Hasil Pertanian Ahli Muda Disbunnak Paser. Sesi berikutnya menghadirkan Fariz Chamim Udien, entrepreneur dan konsultan bisnis Eqiyu Jogjakarta, yang membahas Perencanaan Bisnis Kelapa Sawit. Fariz mendorong peserta memperluas pola pikir berbisnis, memahami pilar pembangunan usaha, menyusun business model, membuat proposal serta surat penawaran, hingga mengenal tahapan membangun bisnis CPO.

Memasuki hari kedua, peserta mulai berlatih menyusun proposal bisnis untuk Koperasi Induk Paser Jaya Bersama, termasuk pembuatan materi presentasi dan teknik penyampaian kepada calon investor. Latihan ini dilanjutkan pada hari ketiga melalui simulasi presentasi yang dibawakan oleh dua peserta, Aliyadi dan Sriyono. Fariz menilai keduanya cukup baik namun masih perlu peningkatan dalam intonasi, gestur, penguasaan materi, serta interaksi dengan audiens.

Rangkaian pelatihan yang meliputi penyampaian materi, praktik penyusunan dokumen, dan simulasi presentasi dinilai telah membantu peserta memahami cara menyusun proposal bisnis yang layak dan menarik bagi investor. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan teknis dalam merancang strategi bisnis koperasi sawit berbasis korporasi petani.

Di penutupan kegiatan, Chamim berharap kemampuan yang diperoleh dapat menjadi pijakan bagi koperasi dalam memperkuat posisi usaha di sektor kelapa sawit. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas manajerial dan kemampuan merancang bisnis merupakan fondasi penting untuk memperluas peluang investasi.

“Semoga koperasi mampu bergerak lebih maju dan menjadi model korporasi petani yang tangguh di Kalimantan Timur,” pungkasnya.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.